Infeksi Pernafasan Mewabah di Tangerang

TEMPO Interaktif, Tangerang: Penyakit Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) kini tengah mewabah di wilayah Kabupaten Tangerang. Dalam dua bulan terakhir ini penyakit itu telah menyerang 1.883 balita yang ada diwilayah itu.


“Secara kuantitas terjadi grafik kenaikan kasus dalam dua bulan terakhir ini,” ujar Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Yully Soenar Dewanti, Jumat (24/10).

Menurut dia, tingginya kasus penyakit yang menyerang saluran pernafasan itu salah satu penyebabnya adalah keadaan cuaca atau pancaroba. 1.883 Balita yang terserang ISPA adalah data selama September dan Oktober ini. Sementara data ISPA Januari hingga Agustus 2008 sebanyak 3.881 kasus.

Menindaklanjuti masalah itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
menginstruksikan 40 Pusat Pelayanan Masyarakat (Puskemas) yang ada di wilayah itu untuk siaga I dalam meningkatkan kualitas pemeriksaan, pelayanan dan pencegahan melalui deteksi dini.

Instruksi tersebut, kata Yully, bertujuan untuk menekan lonjakan penyakit ISPA yang banyak menyerang balita. Seluruh petugas Puskemas, kata dia, diperintahkan turun ke lapangan untuk menangani penyakit pancaroba.

Balita, kata Yully, merupakan fokus utama tim dinas kesehatan dalam menanggulanggi penyakit pada saluran pernafasan itu karena balita sangat rentan penyakit itu dan bisa berdampak pada penyakit serius seperti pneumonia yang berakibat pada kematian.

Selain siaga I, program super visi yaitu pemeriksaan dan pencarian kasus Ispa secara berkala di setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang terus dilakukan.


Joniansyah