Atribut Bergambar Gus Dur Akan Ditertibkan

TEMPO Interaktif, Surabaya: DPP PKB kubu Gus Dur mengancam akan menuntut secara hukum semua calon legislator (caleg) PKB yang memasang gambar Gus Dur dalam berkampanye.

"Hasil rapat DPP kemarin, kita tegas akan menyeret mereka ke hukum jika memanfaatkan figur Gus Dur, karena Gus Dur tidak pernah mengakui caleg yang direstui Muhaimin," kata Yeni Wahid, usai menghadiri halal bihalal PKB Jawa Timur di Gelora Pancasila Surabaya, hari ini (26/10).

Menurut Yeni, maraknya caleg PKB yang memasang gambar Gus Dur ini juga telah menuai protes, bahkan di beberapa daerah massa pendukung Gus Dur melakukan aksi razia terhadap atribut partai tersebut.

"Di Tegal, bahkan aksi sweeping dilakukan secara terang-terangan. Kami sebenarnya tidak menginginkan hal ini," tambah Yeni.

Sementara itu, terkait pilkada Jawa Timur putaran kedua nanti, menurut Yeni, PKB tidak akan mengarahkan dukungan ke siapapun. Meski demikian, dirinya meminta warga PKB tidak melakukan aksi golput dalam pemilihan itu.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Syuro PKB Jatim, Fuad Amin Imron mengatakan saat ini pihaknya setidaknya telah menampung keluhan lebih dari 300 caleg PKB yang mengundurkan diri.

"Mereka umumnya mundur karena kecewa Gus Dur ditinggalkan. Padahal PKB yang mendirikan adalah Gus Dur," kata Fuad.

Caleg yang mundur ini, di antaranya untuk DPR:  Ahmad Rowi dari DP VI,  Masduki Baidowi (DP VIII), Mundir (DP XI), A Rofi'i (DP XI), serta Punky Hidayati dari (DP XI).

Selain itu, untuk DPRD Jatim adalah Saleh Abdullah (DP III), Sudarsono (DP IX), Busro Karim (DP XI), serta Abdul Jalil (DP XI). "Lainnya saya tidak hafal, yang jelas tiap kabupaten atau kota sekitar 10 orang yang mundur," tambah Bupati Bangkalan ini.

Rohman Taufiq