Kubu PKB Gus Dur Kediri Tolak Mundur dari Daftar Caleg

TEMPO Interaktif, Kediri: Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa Kota Kediri kubu Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan tidak akan mengundurkan diri atau mencabut nama mereka dari daftar calon legislatif yang telah dimasukkan ke Komisi Pemilihan Umum setempat. Mereka juga menyatakan tidak akan hadir dalam acara yang digelar Gus Dur di Surabaya, Minggu (26/10).

“Saya tidak ikut pertemuan dengan Gus Dur dan prinsipnya kami tidak akan mundur dari daftar caleg yang telah dituangkan dalam DCS (daftar calon sementara),” kata Zen Fanani, Ketua DPC PKB kubu Gus Dur, Minggu (26/10).

Menurut dia tidak ada alasan yang menguntungkan untuk mundur dari daftar caleg. “Kami tidak merubah keputusan, biarlah daftar caleg itu diproses KPU,” kata Zen.

Menurut Zen, meskipun kubunya tidak diakui oleh KPU, namun dia dan sejumlah orang-orangnya tetap bisa mendaftar sebagai caleg atas keputusan islah dengan DPC PKB Kota Kediri kubu Muhaimin Iskandar. Kedua kubu bersepakat untuk berbagi dalam mengirimkan nama caleg. “Jadi bagi kami di Kota Kediri tidak ada masalah karena islah dilakukan agar kembali menyatu termasuk soal caleg,” kata Zen.

Sejumlah nama pengurus DPC PKB kubu Gus Dur yang kini telah masuk DCS diantaranya, Zen Fanani, Maslakah, Muhaimin, Romli, Syaifullah, Muhaimin, Lilik Muhibbah, Halim Mustofa dan Machin Toha.

Masuknya nama-nama pengurus PKB Gus Dur dalam DCS itu dibenarkan anggota KPU Kota Kediri, Taufiq Alamin. Hingga hari ini tidak ada permintaan mengundurkan diri dari PKB Gus Dur. “Besok kita memverifikasi final DCS dan tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagao DCT (daftar calon tetap,” kata Taufiq Alamin.

DWIDJO U.MAKSUM