Topik
Ancaman Menipisnya Cadangan Minyak Dunia
TEMPO Interaktif ,: Saat kredit macet di Amerika Serikat mulai terjadi pertengahan tahun lalu, tidak ada peringatan yang disampaikan secara serius oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia akan skala dampak krisis itu bagi perekonomian global. Dan bila sebelumnya pernah ada peringatan, media Inggris the Guardian berspekulasi sejauh mana dampak itu bisa diminimalisasi.
Kini krisis lain sedang mengintai dunia yang dampaknya akan dirasakan sekitar lima tahun ke depan yakni kekurangan energi karena menipisnya cadangan minyak dunia. Guardian menuliskan laporan itu dalam publikasi internetnya hari Rabu pekan ini setelah sebuah kelompok peneliti the Peak Oil group mempublikasikan laporan mereka yang memperingatkan kemungkinan bahaya menipisnya cadangan minyak dunia.
Delapan perusahaan Inggris yang menyiapkan laporan itu di antaranya Virgin, Stagecoach and FirstGroup, Arup, Foster and Partners, dan Scottish and Southern menyatakan dampak habisnya cadangan minyak dunia akan mulai dirasakan sekitar tahun 2011.
Walaupun peringatan itu tidak lagi merupakan barang baru karena sudah banyak ahli yang melaporkan kemungkinan bahwa produksi minyak dunia mendekati puncaknya, namun dilaporkan inilah pertama kalinya argumen itu diajukan oleh kalangan industri, kelompok yang paling banyak menelan pasokan energi dunia.
Laporan itu berargumen puncak produksi minyak dunia akan terjadi antara tahun 2011 hingga 2013 kemudian setelah itu produksi minyak dunia akan turun.
Guardian | Ronald