Puluhan Warga Bali Panjatkan Doa

TEMPO Interaktif, Denpasar: Puluhan warga Bali, Minggu (9/11) pagi, memanjatkan doa bersama untuk memohon kedamaian setelah tiga terpidana mati Bom Bali I dieksekusi. Acara di Gedung Anand Krisna Ashram itu dilakukan dengan cara agama Islam, Kristen, Buddha, dan Hindu.

Di antara pendoa terdapat pula korban Bom Bali I, Tumini. "Saya sudah memaafkan mereka. Tidak ada dendam lagi, hanya semoga kejadian itu tidak terulang'', ujarnya.

Menurut Ketua National Integration Movement Wayan Sayoga, acara dimaksudkan untuk menghimbau dihentikannya kekerasan atas nama apapun.

Rofiqi Hasan