Topik
Warga Cirebon Tuntut PAM Alirkan Air
TEMPO Interaktif, Cirebon:Ratusan warga mendatangi menuntut kepada Pemerintah Kota Cirebon segera mengucurkan air minum. Mereka berunjuk rasa di depan Gedung DPRD dan Balaikota Cirebon.
Sejak enam hari lalu, pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum tidak mendapatkan layanan air. "Sudah lebih dari 6 hari air tidak lagi mengalir ke rumah kami," kata Rifki Hamdan, seorang warga yang tinggal di Kompleks Nuansa Majasem.
Menurut Rifki, sejak dua tahun lalu mereka memang sudah mengalami kesulitan air. Tetapi walaupun sulit, malam hari masih tetap mengalir.
Walikota Cirebon, Subardi mengatakan masalah kisruh air minum di Kota Udang ini, sebetulnya sudah bisa diatasi. Sebab Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan sudah setuju akan membayar kompensasi penggunaan mata air Cipaniis di Kabupaten Kuningan.
Kompensasi yang disepakati adalah Rp 1,7 miliar. Pembayaran pertama dilakukan pada 15 November mendatang sebesar Rp 750 juta. "sedangkan sisanya dilakukan tahun depan," katanya.
Subardi berjanji masalah ini tidak akan terulang kembali. "Harus dipikirkan segi sosialnya juga karena PDAM merupakan perusahaan daerah yang harus memikirkan kesejahteraan masyarakatnya juga," katanya.
Sementara itu Kepala Bagian Hukum Kabupaten Kuningan, Jatnika, membenarkan jika Pemkot Cirebon akhirnya menyepakati membayar kompensasi air sebesar Rp 1,7 miliar. "Tahap pertama dibayar 15 November sebesar Rp 750 juta sedangkan tahap kedua Rp 1 miliar pada April 2009," katanya.
Dengan pembayaran ini, berarti Pemkot Cirebon sudah membayar kompensasi penggunaan mata air Cipaniis sebanyak 2 kali yaitu pada 2005 dan 2008. "Sedangkan pada 2006 dan 2007 kami menerima kompensasi dari provinsi Jabar," katanya.
Kepala Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Muhtadin Nafari, mengatakan selama ini Pemkab Kuningan belum pernah melakukan konservasi hutan di wilayah yang masuk taman nasional itu. "Kami tidak akan pernah menerima uang dari mereka. Kalau ingin melakukan konservasi, tolong kami juga ditanya," katanya. Hingga kini kompensasi yang diberikan itu tidak pernah diberikan.
Ivansyah