"Soal Bumi, Sofyan Tak Boleh Berat Sebelah"

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah pengamat ekonomi menilai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil tak boleh berat sebelah terhadap saham bumi. Sejumlah pengamat ekonomi menilai Sofyan terjebak konflik kepentingan karena ia memiliki saham PT Bumi Resources Tbk tapi dia juga menjadi menteri pengatur BUMN. Padahal, pada saat yang bersamaan sejumlah BUMN akan membeli saham Bumi.

Pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat konflik kepentingan jelas sekali terlihat. Menurut dia, Sofyan punya akses informasi yang sangat kuat terhadap kebijakan negara yang mempengaruhi nilai saham Bumi.

"Bahkan dulu dia bertindak sebagai Menteri Keuangan ad interim yang mengesahkan suspensi saham Bumi," tutur Faisal. Seharusnya Sofyan mengumumkan kepemilikan sahamnya jauh-jauh hari, sehingga Presiden bisa memutuskan menempatkannya di pos yang bebas konflik kepentingan.

Sementara itu, pengamat ekonomi Revrisond Baswir berpendapat, sebetulnya adalah hak setiap orang untuk memiliki saham. "Tapi, sebagai menteri, Sofyan tidak boleh membuat keputusan yang berat sebelah pada Bumi," kata dia.

Bunga Manggiasih