Topik
SBY Ke Amerika, Kalla Ditugasi Kawal Ekonomi
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendelegasikan tugas kepada Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengawal kebijakan pemerintah bidang ekonomi untuk menghadapi krisis global selama lawatan presiden ke benua Amerika selama 14 hari. Namun hal prinsip tetap harus dikomunikasikan kepada Presiden.
“Presiden meminta wakil presiden selama presiden berkunjung ke luar negeri agar urusan pemerintahan ini dihandle oleh wapres. Hal yang menjadi prinsip dikomunikasikan kepada presiden,” kata Menteri Sektretaris Negara Hatta Rajasa usai sidang kabinet paripurna, di kantor Presiden, Rabu (12/11) malam.
Menjelang keberangkatan Presiden untuk menghadiri sidang APEC dan G-20 Summit di Washington pada 13- mendatang, Presiden menggelar rapat kabinet paripurna di kantor Presiden. Hadir dalam rapat Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dan menteri-menteri kabinet Indonesia bersatu. Namun Plt Menteri Koordinator bidang Ekonomi Sri Mulyani Indrawati tidak tampak hadir.
Saat ditanya bagaimana pengambilan keputusan jika kondisi perekonomian negara berada dalam keadaan darurat misalkan nilai tukar rupiah sangat anjlok, Hatta menjawab Presiden tetap bisa berkomunikasi dengan wakilnya. “Tentu presiden di manapun di dunia ini dapat berkomunikasi. Dengan sangat cepat,” kata Hatta.
Hatta mengatakan mekanisme pengambilan keputusan tetap berjalan. “Dan hal-hal yang sangat-sangat itu kan bisa berkomunikasi.Setiap saat wapres dengan presiden kan bisa berkomunikasi,” katanya.
Presiden berada di Washington DC dari tanggal 14-15 November untuk mengikuti KTT G-20. Dari AS, Presiden melanjutkan kunjungan ke Meksiko untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Meksiko. Presiden kemudian melanjutkan kunjungan ke Peru untuk mengikuti pertemuan APEC. Di forum tersebut Presiden akan menyampaikan keynote speech, bertemu dengan PM Australia Kevin Ruth, dan beberapa pertemuan lain.
Sebelumnya, dalam rapat dengan pengusaha dan sektor perbankan, Presiden Yudhoyono telah mengungkapkan pendelegasian tugas ini. Wapres Kalla diminta menindaklanjuti dialog dengan pengusaha dan perbankan untuk membahas stimulus ekonomi bagi sektor riil.
Ninin Damayanti