Anak Para Teroris Bukan Potensi Ancaman

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira mengatakan,  anak para tersangka teroris belum bisa dianggap potensi ancaman bagi keamanan. "Mereka masih kecil, biarkan saja," ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (12/11).

Menurut Abubakar tidak ada antisipasi khusus dari kepolisian bagi anak-anak itu. Sebab mendikteksi kemungkinan potensi terorisme dari anak-anak juga bukan hal yang mudah. "Tidak ada antisipasi khusus, mereka masih anak-anak kecil," kata Abubakar. Kepolisian, juga tidak memiliki progam khusus untuk membina anak-anak ini.

Direktur International Crisis Group Sidney Jones mengatakan, saat ini  generasi muda kelompok Jemaah Islamiyah belajar di 30-35  pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Pesantren ini tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, perbatasan kedua provinsi tersebut, Nusa Tenggara Barat dan Sumatera.
 Menurut Sidney, anak-anak yang memiliki ayah atau paman dari kelompok teroris I diajarkan nilai-nilai Islam garis keras. Namun demikian, Sydney mengatakan hal tersebut bukan berarti menjadi ancaman besar bahwa mereka akan menjadi pengebom juga.

Titis Setianingtyas