2009, Multifinance Jalan di Tempat

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekbis:Sektor pembiayaan atau multifinance nasional diprediksi tidak akan mengalami pertumbuhan pada tahun 2009 terkait krisis ekonomi dan keuangan global. Bahkan ada potensi penurunan hingga 40 persen dibanding tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Wiwie Kurnia mengatakan, kondisi tidak ada pertumbuhan alias sama dengan 2008. Menurut dia itu adalah skenario terbaik dari berbagai skenario yang dipersiapkan pelaku dan pihak terkait. "Indikatornya pertumbuhan ekonomi," paparnya dalam Diskusi Infobank Outlook 2009 di Jakarta, Rabu (12/11).

Skenario tanpa pertumbuhan itu diperkirakan terjadi jika krisis pulih cepat dan pada kuartal pertama 2009 sudah ada indikator pertumbuhan ekonomi. Per Agustus 2008, total aktiva Rp147,1 triliun, piutang pembiayaan Rp128,4 triliun, pinjaman Rp91,7 triliun dicatatkan oleh 208 perusahaan pembiayaan nasional. Adapun angka kredit macet atau non performing loan 1,96 persen, masih di bawah target maksimal 3 persen.

Wiwie melanjutkan, skenario lain mengenai prospek 2009 adalah proyeksi pembiayaan turun 20 persen jika krisis baru pulih semester kedua tahun 2009. Penurunan akan lebih tajam mencapai 30-40 persen jika sepanjang tahun 2009 tidak ada pertumbuhan ekonomi.

Skenario-skenario itu disusun asosiasi bersama pihak otomotif dan alat-alat berat. Kedua sektor tersebut adalah penyerap pembiayaan terbesar. "Pembiayaan tersalur ke otomotif hingga 75 persen, alat berat 20 persen, sisanya lain-lain," jelas Wiwie.

HARUN MAHBUB