Pertumbuhan Kredit Tahun Depan 22-24 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2009 akan berada dikisaran 22-24 persen dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 18-20 persen. Deputi gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan pertumbuhan kredit itu lebih rendah dibanding 2008. "Tapi <i>demand</i> terhadap kredit masih cukup tinggi, dengan LDR (<i>loan to deposit rasio</i>) diperkirakan akan lebih dari 80 persen," ujarnya, Rabu (12/11).
Penggelaran Pemilu, kata dia, bisa mendorong sektor riil dan meningkatkan permintaan terhadap kredit. Menurut Muliaman, perbankan pun masih mampu menyalurkan tambahan kredit yang cukup besar mengingat permodalan yang dimiliki relatif besar.
"Sebenarnya kondisi di Indonesia sangat berbeda, ketika diluar sibuk mencari cara agar bank bisa menyalurkan kredit, di Indonesia justru harus berfikir untuk mengerem laju kredit," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa risiko pasar memang cenderung meningkat, terutama disebabkan berlanjutnya gejolak kurs rupiah dan harga surat utang negara. Namun, hasil <i>stress testing</i> terhadap perbankan menunjukkan bank masih mampu menyerap berbagai kerugianyang terjadi.
EKO NOPIANSYAH





