Dewan Pengarah Akui Minarak Minta Konpensasi


TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan LUmpur Sidoarjo (BPLS) Bachtiar Chamsyah mengakui PT. MInarak Lapindo Jaya meminta perpanjangan penyelesaian ganti rugi."MInarak meminta tenggang waktu terlambat dari jadwal," paparnya ketika dihubungi Kamis Malam (13//11)

Minarak, kata Bachtiar memohon waktu 2 pekan lagi perpanjangan waktu karena tengah mengalami kesulitan keuangan. Keinginan ini dikemukakan perusahaan itu satu pekan lalu. Menteri Bachtiar mengakui pembangunan rumah bagi korban Lapindo tak segencar dahulu karena PT. Minarak juga terimbas krisis global.

Namun, Menteri Bachtiar menambahkan PT. Minarak berjanji tetap menyelesaikan komitmen dalam cash and resettlement. "Program yang 80 persen terus berjalan dan yang 20 persen tinggal sedikit lagi," tandasnya. Komitmen ini ditegaskan dua hari lalu ketika Menteri Bachtiar memanggil perwakilan PT Minarak Lapindo Jaya.

Adapun Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Sunarso ketika dihubugi Kamis Malam (13/11) mengakui pernah mendengar keluhan PT. Minarak sepekan lalu. Namun ia tidak tahu detailnya seperti apa. Pihaknya hanya melaksanakan apa yang ditugaskan Dewan Pengarah.

Dianing Sari

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Orang kaya kok belaga miskin, ya?? Dunia memang kadang gampang terbalik, maksudnya dibalikan oleh mereka yang punya kuasa. Atau jangan2 apa survei Forbes yang salah?? Karena telah terlanjur tersebar dan tak mungkin meralatnya lagi. Saya mau usul sama majalah Forbes seharusnya Syek Puji yang di beri nomor paling kaya di tanah air ini bukan Aburizal, yang utangnya ternyata 12 T buannyaakkk skale!
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X