Longsor Isolir Enam Desa di Cianjur Selatan

TEMPO Interaktif, CIANJUR:- Longsor yang terjadi di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur kemarin memaksa enam desa di kecamatan itu terisolir. Enam desa yang terletakdi Cianjur selatan, sekitar 180 kilometer arah selatan kota Cianjur, itu masing-masing Desa Bayuning, Puncakbaru, Cimaragang, Mekarjaya, dan Cibuluh.

Untuk menyingkirkan batu sebesar rumah itu, diperkirakan butuh waktu sedikitnya 10 hari. "Sebab, kami tidak diizinkan meledakkan batu tersebut, jadi terpaksa dipecahkan dengan cara manual," ujar Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, Hidayat Makbul, di Cianjur, Kamis (13/11).


Menurut dia, seminggu sebelumnya, batu dengan ukuran lebih kecil sempat menutup jalan di tempat yang sama. Setelah dipecahkan menggunakan pahat dan martil, baru selesai selama 6 hari. "Kalau batu yang ini diperkirakan lebih lama lantaran lebih besar. Pihak kepolisian setempat tidak memberi izin untuk meledakkan karena membahayakan warga setempat," kata Makbul.


Warga di 6 desa hanya bisa berinteraksi dengan cara berjalan kaki melingkar dengan jarak lebih jauh. Soalnya selain melintasi jalan itu warga hanya bisa melintas dengan cara menuruni jurang yang lumayan curam atau mendaki perbukitan. "Itu jalan satu-satunya yang bisa dilewati selama ini," kata Makbul.


Akibat tertutupnya jalan, selain menghambat arus lalu lintas, warga pun terancam kekurangan bahan makanan pokok karena tidak adanya pasokan makanan. "Yang paling diutamakan sekarang adalah pasokan bahan-bahan pokok, sebab dengan tertutupnya jalan itu terhambat kendaraan yang memasok bahan makanan," kata Makbul.

Dijelaskan pula, selama sebulan terakhir, terdapat 21 titik longsor yang terjadi di ruas jalan yang mengubungkan ibu kota Kecamatan Cidaun dengan desa-desa di sekitarnya. Rata-rata longsor menimpa badan jalan yang baru selesai tahap pengaspalan dua bulan lalu.

Sementara itu, untuk antisipasi bencana alam longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur, pemerintah setempat telah menyiagakan beberapa alat berat. Peralatan seperti louder, bechoe, dan buldozer disiapkan untuk beberapa titik yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan bencana alam.


Deden Abdul Aziz