Sensus Laut Menemukan Beragam Spesies Baru

TEMPO Interaktif, Washington:Keberadaan ribuan brittle star, sejenis binatang yang menyerupai bintang laut yang menghuni kawasan lepas pantai Selandia Baru dan penemuan sebuah jalur sempit di Antartika yang kerap dilintasi gurita karena airnya mengandung garam lebih tinggi daripada perairan sekitarnya adalah beberapa keajaiban alam yang ditemukan oleh para ilmuwan ketika menyusun sensus kehidupan laut.

Mereka juga menemukan lantai dasar laut yang tertutup karpet crustacea kecil di Teluk Meksiko. Di tiap 0,8 meter persegi, jumlah binatang berkulit keras itu tak kurang dari 12.000 ekor. "Kami masih memperoleh temuan-temuan besar lainnya," kata ilmuwan senior Ron O''Dor. "Para peneliti sibuk merangkai data yang sudah terkumpul untuk menciptakan gambaran besar tentang kehidupan di dalam samudra."

Update sensus keempat ini diumumkan dua hari sebelum pertemuan yang dihadiri ratusan pakar bidang kelautan di Valencia, Spanyol, kemarin. Lebih dari 2.000 ilmuwan dari 82 negara ambil bagian dalam proyek sensus yang diperkirakan tuntas pada 2010 itu.

Salah satu temuan yang amat menarik O''Dor adalah banyaknya gurita laut dalam yang berasal dari Antartika. Ketika Antartika semakin dingin, luas es meningkat dan gurita semakin terdesak ke perairan yang lebih dalam. "Garam dan oksigen terkonsentrasi di perairan dalam," kata O''Dor. "Air yang pekat ini kemudian mengalir keluar, membawa serta gurita yang telah beradaptasi dengan kondisi baru itu, sehingga memungkinkan mereka menyebar ke seluruh perairan dalam di dunia."

Berbeda dengan gurita laut dangkal yang dapat menyemburkan tinta sebagai kamuflase, gurita laut dalam di seluruh dunia tak mempunyai kantong tinta. "Apalagi, bila mereka hidup di tempat gelap, tinta tidaklah diperlukan," tutur O''Dor.

Patricia Miloslavich, seorang ilmuwan senior dari Venezuela, membanggakan penemuan beragam spesies moluska baru itu, mulai dari siput sampai cumi-cumi.

Begitu sensus selesai, Census of Marine Life berencana mempublikasikan tiga buah buku. Buku pertama tentang survei kehidupan laut populer, buku kedua berisi setiap kelompok kerja, dan buku yang ketiga menyoroti keanekaragaman makhluk hidup di dalam laut.

O''Dor mengatakan para ilmuwan juga bekerja sama dengan jurnal ilmiah online PLoS ONE. Jurnal itu terbuka bagi siapa saja sehingga memungkinkan hasil sebuah penelitian langsung dipublikasikan dengan segera.

Pada sesi pekan ini, para ilmuwan akan mendengarkan penemuan yang disebut sebagai Kota Brittle Star di pantai Selandia Baru itu. Binatang mirip bintang laut dengan lima lengan itu membentuk sebuah koloni raksasa di puncak sebuah bukit di dasar laut. Arus kencang yang mengalir sekitar empat kilometer per jam di kawasan itu ternyata amat menguntungkan brittle star karena membawa banyak makanan sehingga ribuan hewan itu cukup menggunakan lengannya untuk mengambil makanan.

Temuan lain yang dilaporkan dalam pertemuan itu adalah sebuah palung di Atlantik, yang terdapat di antara benua Amerika dan Eropa. Palung itu adalah rumah bagi ratusan spesies langka atau endemis. Juga, palung itu memiliki lubang panas aktif terdalam di dunia, lebih dari 4.100 meter, dan dihuni anemon, cacing, dan udang.

TJANDRA | AP | COML