Infografis
Penghargaan PKS untuk Cari Pendukung, Fajroel Menolak
TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Indonesian Corruption Watch Teten Masduki menduga penghargaan yang ditebar Partai Keadilan Sejahtera kepada 104 tokoh muda bermuatan politis. "Penghargaan ini dari partai politik mungkin ada nuansa politisnya," kata Teten, Kamis (20/11).
Menurut Teten, penghargaan ini adalah upaya PKS mencari pendukung dan memperluas konstituen guna mendulang suara pada Pemilu 2009. Apalagi, kata dia, para penerima penghargaan berasal dari latar belakang yang beragam. Termasuk tokoh muda dari partai lain. "Partai di mana saja pasti mencari pendukung dan memperluas konstituen," katanya.
Teten termasuk yang endapat penghargaan itu. Namun, ia yang tidak bisa hadir dalam malam pemberian penghargaan. Ia mengatakan, kalau hanya dimasukkan ke dalam daftar penerima penghargaan tidak ada alasan untuk menolak. "Mungkin ada pertimbangan tertentu," kata dia.
Meski demikian, Teten tidak ambil pusing dengan pengajuan dirinya itu. Sebab ia tidak tertarik masuk ke dunia politik. "Toh, saya tidak diminta jadi juru kampanye PKS," katanya.
Mantan aktivis Mahasiswa, Fajroel Rachman, menilai pengkukuhan 100 tokoh muda syarat kepentingan politis. "Ini untuk menyuarakan PKS sebagai partai terbuka dan menggalang kaum muda," kata Fajroel. Dia menambahkan, pengukuhan itu menjadi alat untuk menjaring massa dari anak muda. "Dilakukan sangat rapi," katanya.
Fajroel menolak namanya ikut dikukuhkan. Dia juga menolak dengan dasar iklan PKS yang menobatkan penguasa Orde Baru, Soeharto sebagai guru bangsa. "Ini merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan reformasi," katanya. Dia pernah meminta iklan itu dicabut dan ada permintaan maaf.
Ninin Damayanti, Eeko Ari
Web via