Bank Sentral Tetap Anut Sistem Devisa Bebas

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Boediono menyatakan bank sentral tetap menganut sistem devisa bebas dalam mengelola cadangan devisanya. "Kita tetap menganut undang-undang mengenai lalu lintas devisa yaitu Indonesia tetap menganut sistem devisa bebas," kata Boediono dalam jumpa persnya, Jumat (21/11).

Boediono mengakui memang ada wacana mengenai perubahan untuk menuju ke sistem devisa yang dikontrol. Namun, undang-undangnya hanya menjamin pelaksanaan sistem devisa bebas. "Bebas memiliki dan bebas mengunakan devisa," ujarnya.

Sebelumnya, banyak kalangan mendesak agar Indonesia menerapkan sistem devisa terkontrol dalam mengelola cadangan devisanya.

Selain itu, Boediono menambahkan posisi cadangan devisa pada akhir Oktober sekitar US$ 50,4 miliar. Posisi itu dinilainya masih cukup aman dibandingkan dengan negara-negara lain. "Tapi, kalau dibanding Cina dan India kita masih di bawahnya," ucap dia.

Gunanto E. S.