Topik
Gallas Kecam Temperamen Pemain Muda Arsenal
TEMPO Interaktif, Jakarta:London: Kapten Arsenal William Gallas mengecam tingkah laku para pemain muda Arsenal yang mudah emosi. Gallas pun mengaku frustrasi dengan sikap para pemain tersebut.
Gallas, 31 tahun, mengaku beberapa kali harus melerai perseteruan antara para pemain muda Arsenal di ruang ganti. Itu termasuk saat turun minum ketika Arsenal ditahan imbang Tottenham Hotspur 4-4.
Bek asal Prancis tersebut mengaku muak dengan kelakuan rekan-rekan setimnya yang saling menyalahkan ketika tekanan terhadap mereka sebagai calon juara Liga Inggris mulai berat. Gallas pun mengimbau rekan-rekan setimnya yang masih muda agar menunjukkan kematangan mereka.
"Ada beberapa hal yang tidak bisa disebutkan dan tidak bisa ditoleransi," ujar Gallas kepada laman Times. "Sebagai kapten, beberapa pemain mendatangi saya dan berbicara mengenai seorang pemain... mengeluh mengenainya... lalu saat pertandingan saya berbicara dengan pemain itu, dan pemain yang dikeluhkan ini menghina kami semua."
"Ada waktunya kami tidak bisa lagi menoleransi kejadian seperti ini. Saya mencoba membela diri saya tanpa menyebut nama mereka. Jika tidak demikian, saya bisa jadi kambing hitam. Saya sangat frustrasi. Saya sudah berusia 31 tahun, pemain itu enam tahun lebih muda dari saya," lanjut Gallas.
"Ada masalah saat turun minum di Tottenham. Satu-satunya yang bisa saya katakan saat itu adalah, 'Teman-teman, kita menyelesaikan masalah ini usai pertandingan, bukan saat turun minum'," lanjut Gallas.
Gallas juga menilai para pemain muda yang ada dalam tim asuhan Arsene Wenger tersebut kurang memiliki kualifikasi fisik untuk menghadapi pertandingan yang menguras fisik. Gallas pun khawatir itu bisa membuyarkan ambisi mereka untuk meraih gelar.
"Kami kurang berani saat pertandingan," ujar Gallas. "Saya rasa kami harus menjadi serdadu. Kami harus menjadi pejuang. Ada beberapa tim yang bisa tamil bagus melawan kami, dan kami harus bisa mengatasi serangan-serangan itu."
"Kami menghadapi tim yang tidak takut bermain bola menghadapi kami, yang tidak takut mengambil posisi kami, dan ini berbahaya bagi Arsenal," tegas Gallas.
Gallas belum mengecap satu trofi pun sejak pindah dari Chelsea ke Arsenal pada 2006. Saat ini, Arsenal pun terpaut sembilan poin dari pemuncak klasemen, Chelsea. Arsenal juga sudah kalah empat pertandingan musim ini.
Gallas mengaku semakin frustrasi karena Arsenal gagal meraih trofi. "Saya harus memenangkan sesuatu tahun ini. Saya harus memenangkan sesuatu. Arsenal harus memenangkan sesuatu. Sudah empat atau lima tahun Arsenal tidka memenangkan sesuatu. Nyaris lima tahun, dan itu tidak bagus," lanjut Gallas.
"Bagi saya, persaingan merebut gelar belum selesai. Memang benar kami terpaut sembilan poin di belakang Chelsea. Tetapi Anda harus optimistis dan Anda tidak boleh menyerah," imbuh Gallas. "Empat kekalahan sudah banyak. Tetapi musim ini masih panjang. Saya rasa persaingan tahun ini sangat ketat dan kami berharap Chelsea meraih hasil seri dalam beberapa pertandingan dan juga kekalahan."
AFP| Kodrat Setiawan