Belgia Berjanji Pertahankan Investasinya di Jawa Barat

TEMPO Interaktif, BANDUNG:—Putra Mahkota Belgia Pangeran Philippe mengatakan puas dengan kelangsungan investasi pengusaha asal negara itu di Jawa Barat. Ia juga berjanji akan mempertahankan investasinya di sejumlah proyek yang ada di Jawa Barat. " Terutama setelah melihat kisah sukses bisnis itu disini" katanya di Bandung, Selasa (25/11).

Pangeran Philippe bersama rombongan pengusaha asal negara itu, menyempatkan diri berkunjung ke sejumlah tempat di Jawa Barat. Selain menengok sejumlah perusahaan asal negara itu di Purwakarta dan Karawang, Pangeran Philippe yang datang bersama Puteri Mathilde menyempatkan diri mengunjungi kampus ITB.

Pangeran Philippe menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk mendapatkan gambaran peluang ivestasi yang ada. Sejumlah rombongan delegasi asal negara itu menyempatkan diri untuk melangsungkan bussines to bussines meeting dengan sejumlah perusahaan di Indonesia.

Dalam konfrensi pers di Gedung Pakuan, Pangeran Philippe menyampaikan komitmen pengusaha asal negara itu untuk tetap bertahan di Indonesia di tengah krisis yang berlangsung saat ini. Dia menjanjikan, akan menindaklanjuti pembicaraan pada pertemuan hari itu.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Belgia termasuk negara yang sudah terhitung lama berinvestasi di Jawa Barat dan meminta tetap mempertahankannya. “Mereka menyanggupi, menggaransi itu, bahkan saya meminta untuk menambah investasi di Indonesia pada masa-masa yang akan datang,” katanya.
Heryawan mengatakan, utusan Belgia itu sempat menanyakan soal kepastian hukum, jaminan dan perlindungan atas keselamatan perusahaan negara itu di Jawa Barat. Dia menjawab, saat ini tengah digodok regulasi soal investasi yang lebih berpihak pada investor.

Dia menjanjikan, akan menekan high cost economy akibat pungutan liar serta kemudahan birokrasi soal investasi itu. “Di samping kita meminta pemerintah pusat memperjelas regulasi tentang investasi, tender seringkali agak rumit, dan Perpres Nomor 67/2005 yang mengatur itu sedang direvisi dan dikaji Bappenas saat ini,” kata Heryawan.

Kepala Badan Promosi dan penaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Barat Heri Hudaya mengatakan, saat ini terdapat 11 perusahaan asal negara itu yang bergerak di Jawa barat. “Total investasinya saat ini ada 22,987 juta US Dollar yang menyerap 2.560 tenaga kerja Indonesia,” katanya.

Perusahaan asal negara itu tesebar di di Purwakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Cirebon, dan Karawang. Perusahaan itu bergerak di bidang industri pertenunan, pengolahan the, beldspar, bentonite, mesin tekstil, pengerjaan logam, trading, serta furniture. Sebagian besar 100 persen PMA. Negara itu tercatat telah menanamkan uangnya di Jawa Barat sejak 2002 lalu.

Terbesar adalah PT Clama Indonesia yang bergerak di industri pertenunan dan penyempurnaan tekstil di Purwakarta yang nilai investasinya sebesar 7,5 juta US Dollar. Sebelumnya, perusahaan itu juga telah menanamkan investasinya pada 2002 di Purwakarta sebesar 5,1 juta US Dollar.

Dalam pertemuan itu, paparnya, Belgia sempat menawarkan softloan untuk infrastruktur. “Dia menawarkan juga softloan, kalau jabar mau mereka siap,” kata Heri. Selain itu, lanjutnya, negara itu menyampaikan niatnya untuk mengembangkan investasi mereka yang sudah ada. Negara itu juga menawarkan, teknologi berbasis lingkungan untuk diterapkan di Jawa Barat.

Ketua Kadin Jawa Barat Iwan Hanafi mengatakan, Belgia masih berminat menanamkan investasinya karena memandang situasi krisis saat ini bersifat temporer. ”Situasinya sekarang banyak gonjang-ganjingnya, mereka tahu pasti permasalahan itu, tapi mereka lebih melihat long term bisnis relation, kita patut menyambutnya,” katanya.

AHMAD FIKRI