Impor Daging Brazil Dibarter CPO
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertanian Anton Apriantono menyatakan saat ini pemerintah tengah menyiapkan pengawasan untuk impor daging Brazil. Sebaliknya Brazil akan mengimpor Crude Palm Oil (CPO) atau mnyak kelapa sawit dari Indonesia.
"Sekarang ini masih dalam tahap persiapan untuk memperkuat pengawasan penyakitnya.Dengan ketentuan ketat," ujar Anton usai rapat kerja dengan Komisi Pertanian dan kehutanan, Rabu (25/11).
Syarat ketat yang dimaksudkan Anton yakni impor berasal dari satu negara bagian yang bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) yakni Santa Catharina. Daging yang boleh masuk berupa daging tanpa tulang dan bukan jerohan. Selain itu juga hanya boleh masuk dari Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak.
Anton menampik harga daging dari Brazil lebih mahal dibanding Australia dan Selandia Baru. Menurutnya semakin banyak sumber daging masuk maka akan terjadi kompetisi harga. DIAN YULIASTUTI





