Batam Kebanjiran Permintaan Parkir Kapal Asing
TEMPO Interaktif, BANDUNG:—Krisis ekonomi membuat melonjaknya permintaan kapal asing untuk parkir di pelabuhan Batam. ”Krisis global ini kita dapat rejeki, kapal-kapal banyak yang nggak beroperasi dan memilih berlabuh,” katanya Kepala Bidang Komersial Kantor Pelabuhan Batam Heri Kafianto di Bandung, Senin (26/11).
Dia mengatakan, pilihan memarkir kapal itu, tujuannya untuk mempertahankan agar tarif layanan angkutan barang lewat laut, agar tidak jatuh bebas. Soalnya, ongkos opersional kapal rata-rata sudah tidak bisa ditutupi dari angktuan barang yang nyaris turun drastis akibat krisis global.
Dia mengatakan, di Pelabuhan Batu Ampar, yang terbesar di Batam, permintaan untuk parkir kapal itu melonjak berkali lipatnya. Dari biasanya hanya 10 kapal yang pakir dalam sebulannya, kini permintaan untuk parkir itu sudah masuk sampai 200-an kapal barang. Rata-rata adalah kapal berbendera asing, yang mayoritasnya milik pengusaha asal Timur Tengah. ”Parkirnya bisa sampai setahun, pemiliknya memilih tidak diopersikan sambil menunggu situasi membaik,” kata Heri.
Melonjaknya permintaan parkir itu, karena pelabuhan di wilayah tetangganya seperti Malaysia, sudah penuh. Padahal, tarif parkir kapal di Batam jauh lebih mahal dibandingkan dengan pelabuhan di negara tetangganya. Tarif parkir kapal contohnya, kendati struktur biaya parkir kapal yang berbeda, tarif parkir kapal di Batam untuk kapal-kapal besar harganya lebih mahal sampai 40 persennya dibandingkan tarif di Malaysia.
Biaya tarif parkir kapal di Batam dihitung berdasarkan bobot kapal. Heri mengatakan, tarif parkirnya adalah 0,041 US Dollar per GRT (Gross Register Ton) kapal per bulan. Rata-rata yang mengajukan permintaan parkir itu kapal dengan ukuran rata-rata 150 ribu GRT dengan panjang lebih dari 200 meter.
AHMAD FIKRI





