Topik
Agribisnis Akan Segera Membaik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kondisi agribisnis diperkirakan akan membaik lagi pada triwulan kedua 2009. "Pelemahan rupiah membuat produk kita lebih kompetitif," ujar peneliti pertanian dan mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih dalam seminar Agribusiness Outlook 2009 di Hotel Borobudur, Jakarta, hari ini.
Menurut Bungaran, dalam beberapa bulan ini pelaku usaha agribisnis memang turut terpukul karena krisis finansial serta anjloknya harga sawit. Namun, melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika sekitar 30 persen dianggapnya menyebabkan harga ekspor naik 30 persen.
Meski ekspor diprediksi akan turun tahun depan, impor juga akan berkurang karena mahalnya dolar.
"Semua orang tetap butuh makan, jadi permintaan tak banyak berkurang," ujar Bungaran. Karena itu, Bungaran optimistis, penjualan produk lokal akan terdongkrak, dunia pertanian Indonesia bisa bertahan dan harga komoditas membaik lagi. Dunia agribisnis diperkirakan memerlukan waktu sekitar empat hingga enam bulan untuk membenahi diri dan meningkatkan kinerja.
Bungaran menyarankan agar petani berhemat dan penjualan terus dilakukan demi menjaga arus uang supaya tetap mengalir. Meski harga minyak kelapa sawit (CPO) turun sekitar 50 persen, misalnya, petani diharapkan tetap menjual panen sawitnya. "Jangan tangisi harga dulu, dunia tidak kiamat untuk agribisnis."
Deputi Menteri Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi menyatakan pengusaha agribisnis harus memahami bisnis ini bersifat jangka panjang, bukan harian. Di semester pertama, pengusaha di perkebunan kelapa sawit dan karet telah menikmati lonjakan harga, lalu kini harga-harga turun drastis. "Gejolak harga adalah risiko yang harus dihadapi."
Bunga Manggiasih





