Topik
Infografis
Teroris Mumbai Diklaim Mendapat Pelatihan di Luar Negeri
TEMPO Interaktif, Berlin: Analis dan ahli anti teroris mengatakan skala, kecanggihan, dan target yang dilibatkan dalam serangan di Mumbai lain daripada serangan teroris sebelumnya di India. Menurut ahli teroris yang menyerang kali ini mendapat pelatihan di luar negeri.
Namun para ahli mengklaim terlalu dini untuk mengetahui siapa di balik aksi berdarah ini. Itu meskipun banyak klaim yang menyebutkan teroris-teroris tersebut adalah dari kelompok Islam radikal yang tidak dikenal.
Pejabat di India, Eropa, dan Amerika Serikat mengatakan kemungkinan teroris itu berasal dari jaringan yang berbasis di Pakistan. Teroris ini, menurut para pejabat tersebut, sempat mendapatkan dukungan dari badan intelijen Pakistan.
“Ini merupakan sesuatu yang baru dalam konteks jihad global. Tidak ada grup teror di India yang mempunyai kemampuan tinggi seperti apa yang terjadi di Mumbai. Tujuannya adalah merusak citra ekonomi India yang tengah bangkit dan memprovokasi pertikaian India-Pakistan,” kata Bruce Riedel, mantan analis agen rahasia Amerika Serikat, CIA wilayah Asia Selatan, dan penulis buku 'The Search for Al-Qaeda', Jumat (28/11).
Analis keamanan lainnya mempunyai pendapat yang sama dengan Riedel. “Apa yang mengejutkan adalah teroris di Mumbai ini telah merencanakan serangan mereka serapih mungkin,” kata Roger W. Cressey, mantan pejabat antiteroris Gedung Putih pada era kepemimpinan Bill Clinton dan George Bush.
Sebuah tayangan di televisi lokal India memperlihatkan teroris di Mumbai bersenjatakan lengkap. Mereka membawa senapan otomatis dan tas yang dipenuhi amunisi dan granat. Menurut analis fakta bahwa para teroris mampu bergerak cepat dalam aksinya dan mampu 'melumpuhkan' pasukan keamanan India, memperlihatkan mereka telah mendapatkan pelatihan di luar negeri.
Mumbai, yang dulunya bernama Bombay, mendapat serangan sekelompok teroris kemarin. Serangan itu mengakibatkan tewasnya lebih dari 100 orang, di mana teroris tersebut menyerang objek-objek vital kota seperti hotel-hotel mewah, Taj Mahal dan Oberoi Trident.
WASHINGTONPOST | BAGUS WIJANARKO
Web via