Topik
Suasana Timika Tegang Menjelang Pelantikan Bupati
TEMPO Interaktif, Tiimika: Situasi Kota Timika, Selasa (2/12) malam tegang, menyusul beredarnya informasi akan ada upaya paksa untuk melantik calon Bupati Klemen Tinal-Abdul Muis yang diduga terlibat korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika periode 2004-2006.
Ribuan penduduk yang menolak pelantikan bupati yang dituding telah melakukan korupsi itu berencana melakukan aksi anarkis jika pelantikan Klemen Tinal dipaksakan. Pada Selasa malam, jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah Mimika dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mimika menggelar rapat tertutup di rumah negara, Mimika, Papua.
Ratusan warga yang menolak pelantikan pada Selasa (2/12) malam menggunakan enam mobil dan sebuah truk mendatangi rumah negara namun rapat tertutup yang membahas pelantikan itu sudah berakhir.
Massa yang kecewa marah namun kemudian membubarkan diri tanpa melakukan pengrusakan.
Puluhan polisi Selasa malam disiagakan di Gedung DPRD Mimika. Sejumlah anggota dewan yang menggelar rapat dewan tidak dapat dihubungi.
Anggota Dewan Adat Mimika, Thomas Wanmang, Selasa malam menyatakan ada pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan konflik di hari-hari menjelang Natal.
Soal tudingan calon bupati Klemen Tinal melakukan korupsi, menurut Thomas, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera memeriksa Klemen Tinal. "KPK harus jujur melakukan pemeriksaan dugaan korupsi Klemen Tinal," kata Thomas.
Jika sampai terjadi konflik antar warga, kata Thomas, semua pihak yang mendesakkan pelantikan harus bertanggungjawab. "Pemerintah propinsi (Papua), Kabupaten dan pemerintah pusat harus bertanggungjawab," kata Thomas.
Pada Selasa siang, Pejabat Sementara Bupati Mimika, Allo Rafra menyatakan bahwa masa jabatannya sebagai penjabat bupati akan berakhir pada 3 Desember 2008, setelah diperpanjang beberapa kali. "Pada 18 Desember saya juga akan memasuki masa pensiun," kata Allo.
TJAHJONO EP






Web via