Topik
Doa Bersama Ulang Tahun GAM
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Ratusan warga dan anak yatim menggelar doa bersama, bertepatan dengan peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di Makam Tgk Chik Ditiro di Desa Mureu, Aceh Besar, Kamis (04/12).
Acara tersebut difasilitasi oleh para calon anggota legislatif dari Partai Aceh (PA), sebuah partai lokal di Aceh. Sedikitnya 80 caleg dari PA hadir, mereka adalah wakil untuk daerah pemilihan Banda Aceh, Aceh Besar dan caleg untuk DPR Aceh.
Menurut Tgk Mukhsalmina, Ketua Tim Pemenangan calon legislator Partai Aceh dari Banda Aceh, acara itu digelar untuk sosialisasi calon legislator, agar masyarakat mengenalnya. Kemudian untuk mengingat hari lahirnya GAM, bukan untuk mengingat konflik kembali, tapi menguatkan suasana perdamaian di Aceh yang telah lahir pasca-MoU Helsinki, 15 Agustus 2005 lalu.
Sebelumnya, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Ibrahim Syamsuddin mengatakan larangan untuk menaikkan bendera GAM saat Milad. Menurutnya, setelah ditandatanganinya perjanjian damai di Helsinki, seluruh atribut GAM termasuk bendera maupun umbul-umbul GAM, tidak boleh lagi dikibarkan.
Empat Desember adalah hari ulang tahun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kerap disebut sebagai Milad GAM. Deklarasi Aceh Merdeka dicetus 4 Desember 1976 di Gunung Halimon, Tiro, Kabupaten Pidie.
Sebelum damai, perayaaan Milad GAM kerap dilakukan oleh kombatan di hutan-hutan, dengan upacara bendera bulan bintang dan parade senjata. Setelah damai, Milad GAM di tahun 2005 sampai 2007 lalu, peringatannya tidak lagi memakai simbol-simbol gerakan, tapi hanya dikenang dengan doa bersama oleh warga dan kenduri anak yatim.
ADI WARSIDI





