Rio Tinto Pecat 14 Ribu Karyawan

TEMPO Interaktif, London : Rio Tinto Group, perusahaan pertambangan ketiga terbesar di dunia, akan memecat 14 ribu orang karyawan atau 13 persen dari 112 ribu karyawan. Karyawan yang akan dipecat itu termasuk 15 ribu karyawan kontrak.

Perusahaan juga mengurangi belanja US$ 5 miliar akibat krisis global. Krisis telah menurunkan permintaan metal, sehingga perusahaan meninjau ulang operasionalnya.

Rio Tinto berencana mengurangi utang bersih US$ 10 miliar hingga akhir tahun depan dari US$ 38,9 miliar. Dalam pernyataan resmi ke Australian stock exchange hari ini, perusahaan yang bermarkas di London ini juga menyatakan akan menjual aset-asetnya yang signifikan.

BHP Billiton pada 25 November lalu tak jadi mengakuisisi Rio, kemungkinan utang-utang perusahaan dan anjloknya permintaan komoditas.

Chief Executive Officer Tom Albanese kepada para wartawan mengatakan, perusahaan tidak akan menjual saham dan membatalkan rencana untuk menaikkan dividen.

Pemecatan itu, menurut dia, akan membuat perusahaan bisa berhemat US$ 1,2 miliar dalam setahun.

ABN Amro Holding NV dalam pernyataannya 3 Desember lalu mengatakan, keuntungan Rio Tinto tahun depan 36 persen lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya, karena anjloknya harga komoditas energi. Laba bersih perusahaan sampai akhir tahun depan diperkirakan akan mencapai US$ 9,5 miliar, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 14,9 miliar.

Grace S. Gandhi | Bloomberg