Topik
Pengeboran Ulu Belu Ditargetkan Rampung Agustus 2009
TEMPO Interaktif, Lampung : PT Pertamina Geothermal Energy mentargetkan eksplorasi 16 sumur panas bumi Ulu Belu rampung Agustus 2009. Selesainya pengeboran akan dilanjutkan dengan rencana pembangunan pembangkit listrik panas bumi berkapasitas 2 x 55 Mega Watt.
Pemimpin Proyek Panas Bumi Ulu Belu, Bambang Budiarjo, mengatakan pengeboran saat ini telah sampai pada sumur ke enam. Dari lima sumur yang sebelumnya dibor, Pertamina memperoleh sumber panas bumi berkapasitas 2 x 10 Mega Watt dari sumur Ulu Belu III dan IV yang telah diuji produksi.
Jika perhitungan kapasitas itu terjadi pada semua sumur, maka diperkirakan perlu pengeboran pada 15-16 sumur di area Ulu Belu. "Kami berharap bisa memperoleh kapasitas lebih sehingga tak banyak sumur yang dibor," kata Bambang dalam paparannya di Hotel Sheraton Bandar Lampung, Kamis.
Manager Hubungan Masyarakat Pertamina Geothermal Energy, Abiatma Sardjito, mengatakan sumur Ulu Belu termasuk sumur potensial yang kini digarap perseroan. Hasil uji sumur Ulu Belu III dan IV menunjukkan kandungan air yang rendah, yakni kurang dari 10 persen.
Ulu Belu, kata dia, dirancang untuk memasok listrik 2x55 Mega Watt kepada PT Perusahaan Listrik Negara. "Hingga saat ini negosiasi masih berlangsung," ujarnya.
Selain soal harga, menurut dia, negosiasi juga dilakukan soal peluang Pertamina membangun sendiri pembangkit listrik panas bumi. Opsi ini dianggap penting, karena perseroan berharap pembangkit listrik bisa langsung dibangun pasca pengeboran.
Selama ini, kata Abiatma, komersialisasi sumur panas bumi dilakukan dengan jarak waktu yang sangat panjang dari masa pengeboran. Dia mencontohkan, sumur Lahendong sudah dieksplorasi sejak 1986, tapi pembangkitannya baru dibangun oleh PT Perusahaan Listrik Negara pada 2000 dengan pembangkit berkapasitas 20 Mega Watt.
"Kalau lama begitu dana investasi yang telah terpakai mengendap sekian lama," katanya.
AGOENG WIJAYA





