Mata Rantai Pengadaan Barang dan Jasa Akan Dipangkas


TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) akan memotong mata rantai pengadaan barang dan distribusi yang selama ini terlalu panjang dan membebani konsumen. Langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk menekan harga barang dan jasa khususnya kebutuhan pokok masyarakat.

Menurut Anggota Ardin, Bambang Soesatyo, Aktualisasi fungsi dan peran Ardin sebagai mitra pemerintah, para produsen dan masyarakat itu akan dirumuskan dalam forum Musyawarah Nasional ARDIN 2008 yang digelar mulai Senin (15/12) hingga Selasa (16/12) pekan ini di Hotel Bidakara Jakarta.

"Panjangnya mata rantai pengadaan barang dan distribusi yang kini terjadi merupakan salah satu kendala berat yang dihadapi ARDIN dalam menjalankan fungsinya. Kendala lainnya adalah belum jalannya sertifikasi dan sistem distribusi nasional yang masih jauh dari harapan dan rasa keadilan.," kata Bambang yang juga kandidat Ketua Umum Ardin saat dihubungi Tempo Minggu (14/12).

Kondisi itu, ujar Bambang, telah menyebabkan ekonomi biaya tinggi serta membuka peluang bagi masuknya para spekulan yang cenderung mempermainkan harga barang. "Karena itu diperlukan langkah strategis dan efisiensi dalam sistem pengadaan barang dengan memotong mata rantai distribusinya," kata Bambang Soesatyo yang juga Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia.

Anton Aprianto

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X