Topik
Pemerintah Minta Mahasiswa Turun ke Daerah
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah meminta mahasiswa berperan aktif dalam mengatasi dampak krisis ekonomi global. Peran mahasiswa terutama dibutuhkan untuk membangun daerah.
"Semangat harus diwujudkan. Mahasiswa tidak hanya dengan berdemo dan berdiskusi politik, tapi juga harus terimplementasi dengan penelitian di laboratorium dan berwirausaha," kata Wakil Presiden, Jusuf Kalla, saat membuka Kongres XVI Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), di kantor Wakil Presiden, Senin (15/12).
Mahasiswa, kata Kalla, berperan penting saat meruntuhkan Orde Lama pada 1965 dan Orde Baru pada 1998. Saat ini, mahasiswa memiliki peluang besar untuk terjun langsung ke daerah. Apalagi, sistem desentralisasi memungkinkan daerah untuk menentukan kebijakan pembangunan sendiri.
Selain itu, Kalla melanjutkan, mahasiswa berpeluang untuk mengembangkan ide-ide kreatif dengan adanya kebebasan informasi. "Peran daerah sekarang jauh lebih penting sehingga mahasiswa daerah bisa berperan dalam mengembangkan daerahnya," ujarnya.
Menurut Kalla, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keilmuan sehingga menghasilkan teknologi baru. Pengembangan keilmuan itu hanya mungkin bila sistem pendidikan bermutu. Bahkan, kata dia, mahasiswa yang drop out pun dapat berperan dalam kemajuan bangsa sebagai politikus maupun pengusaha.
"Microsoft yang dihasilkan Bill Gates yang bisa membangun empire yang begitu hebat, Facebook yang dihasilkan mahasiswa dari Harvard, begitu juga Apple, semua dari mahasiswa-mahasiswa yang memiliki cita-cita yang tinggi," ujar Kalla.
Sementara itu, Ketua Presidium GMNI, Dedy Rachmadi, menilai kampus saat ini hanya menjadi alat produksi tenaga kerja murah yang tidak berpihak pada masyarakat. Dia meminta depolitisasi kampus harus dihapuskan. Selain itu, organisasi ekstrakampus harus dikembangkan sehingga mahasiswa mampu melihat realitas di masyarakat. "Mahasiswa harus berperan dalam memperbaiki sistem pendidikan," ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan, hubungan kampus dan desa harus diperbaiki. Selama ini, desa hanya menjadi pendukung pembangunan kota dan tidak menjadi prioritas pembangunan. Menurut Dedy, civitas akademika seharusnya berperan aktif dalam dinamika masyarakat desa sehingga mampu menghasilkan rancang bangun pola hubungan desa dan kota yang adil. "Hubungan kampus dengan desa harus dihidupkan kembali," katanya.
Kongres XVI GMNI akan berlangsung hari ini hingga 20 Desember mendatang di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor. Kongres dihadiri 500 peserta dari 104 pengurus cabang.
KURNIASIH BUDI
Web via