Indonesia Dinilai Sukses di Perserikatan Bangsa-Bangsa  

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia tidak lagi menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tahun depan. Meski demikian, saat menjadi anggota Indonesia dinilai berhasil tampil sebagai negara moderat dan pembuat konsensus.

Misalnya, dalam Resolusi DK PBB 1803 mengenai Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo mengatakan Indonesia berhasil membawa keputusan resolusi Dewan Keamanan PBB itu bukan hanya sebagai tuntutan bagi Iran untuk mematuhi ketentuan dan kewajiban internasionalnya, tapi juga mencari solusi secara damai.

Indonesia memilih bersikap abstain dalam pengambilan keputusan resolusi tersebut. "Itu berhasil di-insert (dimasukkan) oleh Indonesia. Bukan hanya mengenai sanksi jika Iran tidak melaksanakannya tetapi juga mencari penyelesaian secara damai," kata Triyono, Selasa (16/12).

Triyono mengatakan selama dua tahun keanggotaannya, Indonesia mampu menampilkan diri sebagai negara moderat. Indonesia pun berhasil memposisikan sebagai pembangun konsensus. "Pada beberapa kasus, kita berhasil menggiring anggota Dewan Keamanan yang lain untuk mencapai sebuah konsensus," ujar dia.

Indonesia pada akhir Desember ini mengakhiri keanggotaan setelah bertugas sejak awal Januari 2007. Indonesia sudah dua kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Posisi Indonesia akan digantikan Jepang dan Vietnam.

Meski tidak lagi menjadi anggota, kata dia, Indonesia akan tetap berperan aktif menjaga perdamaian melalui berbagai forum internasional. Keanggotaan selama dua kali dirasa cukup. "Ke depan nanti akan dicoba kembali," ucap Triyono.

NININ P. DAMAYANTI | AQIDA SWAMURTI