Mau Daftar Pemilu? Ya, SMS Aja!

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri bisa mengikuti pendaftaran pemilih pada Pemilu 2008 lewat pesan singkat (SMS). "Asal tahu tempat mereka berada," ucap Ketua Komisi Pemilihan Umum Hafiz Anshary dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (17/12).

Penyebaran informasi Pemilihan Umum 2009 telah dilakukan lewat pesan singkat, leaflet, booklet, Internet, dan pertemuan-pertemuan. Kesulitan pendataan ini terkait sulitnya menjangkau pemilih oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri.

Pemerintah saat ini memiliki 117 Panitia Pemilihan. Hafiz mengatakan di Amerika, satu Panitia Pemilihan menjangkau 16 negara bagian. Kondisi di Arab Saudi, lanjutnya, malah tidak bisa diakses pemilihnya karena budaya yang tidak mengizinkan pekerja ke luar rumah selain izin majikannya.

Hafiz berharap dengan masuknya daftar pemilih tetap sebesar 1.509.892, partisipasi pemilih di luar negeri bisa mencapai 60 persen. "Jadi jumlahnya signifikan dan tidak sia-sia," ujar dia. Tingkat kepesertaan Pemilu 2004 hanya 20 persen dari 1,9 juta pemilih.

Hafiz menjelaskan, Panitia Pemilih ternyata masih membutuhkan penjelasan dari Komisi. Alasan itulah yang menyebabkan kepergian Komisi ke luar negeri beberapa waktu lalu. Masalah pendataan, ia mengakui, menjadi masalah efektifitas Pemilu.

Komisi menjamin setiap warga negara baik legal atau legal akan didaftarkan sebagai pemilih dalam Pemilu nanti. "Baik yang punya paspor atau pun tidak," tutur Hafiz, menambahkan.

DIANING SARI