Infografis
Revitalisasi Pabrik Gula Terancam
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyatakan program revitalisasi pabrik gula kristal putih terancam tidak berlanjut. "Harga gula yang rendah membuat pabrik gula ragu untuk melanjutkan program revitalisasi," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil dalam Rapat Kebijakan Pergulaan Nasional di Departemen Perindustrian, Kamis (18/12).
Program revitalisasi sembilan pabrik gula milik pemerintah membutuhkan dana Rp 3,9 triliun dalam jangka waktu 2007-2009. Hingga tahun ini, dana yang telah terpakai sekitar Rp 2,3 triliun, dan masih memerlukan Rp 1,6 triliun lagi tahun depan. Revitalisasi diperlukan agar pabrik bisa lebih efisien menghasilkan gula yang berkualitas lebih baik.
Sofyan menjelaskan, harga gula di tingkat produsen kini hanya Rp 4.900 per kilogram, padahal idealnya Rp 5.170. Pelemahan ini disebabkan meningkatnya jumlah gula rafinasi yang seharusnya hanya digunakan oleh industri, namun merembes ke pasar tradisional. Akibatnya, penjualan dan harga gula kristal putih tertekan, sehingga stok diperkirakan menumpuk pada akhir tahun ini. Bunga Manggiasih





