Topik
Tak Kuat Bayar, Bayi Kembar Diambil Bidan
TEMPO Interaktif, Denpasar : Gara-gara tak kuat membayar biaya persalinan, satu dari bayi kembar milik pasangan Mulyono dan Yetriana harus diserahkan kepada bidan yang membantu persalinan. Kini Mulyono tak mengetahui di mana si bayi yang sudah diberi nama Raditya itu.
Menurut Mulyono, nasib buruk itu berawal ketika pada akhir Agustus lalu istrinya melahirkan di klinik milik bidan Kurnianingsih. Karena tak punya uang, ia tak mampu membayar biaya persalinan sebesar Rp 1,5 juta. Karena itu istri dan anaknya tidak diizinkan pulang. “Sampai sekitar 3 minggu tinggal di sana,” kata Sri Widiyanti dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Bali yang mendampingi Mulyono.
Setelah itu, pihak bidan menawarkan jalan keluar dengan menyodorkan surat berisi penyerahan salah satu bayi secara sukarela kepada si bidan dan dia akan dibebaskan dari semua biaya. Karena kepepet oleh biaya yang makin membengkak hingga Rp 6 juta, Mulyono bersedia menandatangani surat itu pada tanggal 15 September. Istri dan satu anaknya yang bernama Aditya pun diperbolehkan pulang.
Pada awal Desember lalu, dia sangat terkejut karena si anak sudah tidak lagi ditemukan di klinik tempat bidan itu. Saat ditanyakan, dia mendapat jawaban bahwa si anak kini berada di Jawa. Dari situlah timbul keinginan untuk kembali mengambil anaknya.
Dikonfirmasi mengenai cerita itu, Kurnianingsih membantahnya. Dia membenarkan, setelah persalinan istri dan anak Mulyono tidak bisa segera pulang. Selain karena masalah biaya, juga karena Mulyono tidak mau mengurus jalan keluar yang lain.”Ada yang mau memberikan jaminan tapi dia tak mau tanda-tangan,” sebutnya.
Karena sudah terlalu lama, akhirnya dia memberitahu Mulyono adanya orang tua yang mau mengasuh salah satu anak dan membayar semua biaya. Saat itu secara sukarela Mulyono menyatakan setuju dengan harapan nasib anaknya akan jauh lebih baik. Mulyono sempat minta agar Kurnianingsih menaikkan ongkos biaya menjadi Rp 6 juta untuk diklaim ke calon orang tua asuh. namun permintaan ini ditolak.
Menurut bidan pada sebuah Puskesmas di Denpasar ini, si anak sampai saat ini masih berada di Bali. Kepada Mulyono dia menyampaikan bahwa si anak berada di Jawa, hanya agar bapaknya itu tidak penasaran. Namun demikian, bila Mulyono berubah pikiran dan ingin mengambil kembali anaknya, menurutnya, tidak jadi masalah.
“Orang tua angkatnya siap mengembalikan sewaktu-waktu,”ujarnya. Syaratnya,Mulyono harus mengembalikan biaya persalinan dan perawatan sebesar Rp 2,5 juta serta biaya pembelian susu yang telah dikeluarkan untuk anak itu.
ROFIQI HASAN





