Istano Pagaruyung di Tanah Datar Mulai Diatap

TEMPO Interaktif, Padang:Pengerjaan Istano Basa Pagaruyung di Tanah Datar, Sumatera Barat, memasuki tahap pembangunan bagian atap. Sebelumnya, Rumah Gadang yang megah dan termasuk ikon wisata di Sumatera Barat ini terbakar karena ujung atapnya tersambar petir pada 27 Februari 2007.

"Minggu lalu diadakan acara kenduri dan doa bersama masyarakat sekitar Istano ketika naik kudo-kudo (memasang kayu loteng), jadi sekarang tahap pengerjaan atap," kata Jamilis, Kepala Dinas Pariwisata Tanah Datar, Selasa (30/12).

Menurut Jamilis, saat ini pengerjaan Istano Pagaruyung yang mulai dibangun kembali sejak awal 2008 sudah mencapai 46 persen. "Diharapkan Juni 2009 sudah siap dan kita bisa menyaksikan Istano yang lebih megah dari sebelumnya," katanya.

Pembangunan Istano Basa menyerap dana Rp 11 miliar. Juga dibutuhkan biaya interior sekitar Rp 3 miliar - Rp 4 miliar. "Kemarin Departemen Kebudyaan dan pariwisata membantu Rp 1 miliar, dan Pemkab Tanah Datar menganggarkan dalam APBD 2009 biaya tambahan," ujarnya.

Istano Basa Pagaruyung yang terbakar merupakan bangunan adat Minangkabau terbesar dan termegah di Sumatra Barat yang dibangun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 1976. Bangunan ini duplikat Istana Kerajaan Pagaruyung yang dibakar Pemerintah Hindia Belanda pada 1804.

Istano yang dibangun di daerah bekas pusat Kerajaan Pagaruyung di Kenagarian Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanahdatar ini sebelumnya bertingkat tiga dengan 11 gonjong atau puncak atap setinggi 60 meter dengan atap dari ijuk. Dinding Istano yang terbakar penuh dengan ukiran khas Minangkabau.

FEBRIANTI