Topik
Penggantian Oven Tembakau di Lombok Terancam Gagal
TEMPO Interaktif, Jakarta :Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru mampu mengganti 300 unit tungku omprongan (oven) tembakau berbahan bakar non minyak tanah dari 13.500 unit tungku milik seluruh petani tembakau Virginia di Lombok. Sedangkan tungku briket batu bara yang ditawarkan pengusaha swasta belum disepakati karena ditawarkan menggunakan sistem monopoli.
Pada sisi lain, para petani tembakau Virginia pemilik omprongan di Lombok juga menghadapi kesulitan yaitu terancamnya suplai 34.800 kilo liter atau 34.800.000 liter minyak tanah bersubsidi. Hal itu seiring dengan dicabutnya subsidi oleh pemerntah.
Harga minyak tanah bersubsidi itu, selama ini dibawah Rp3.000 per liter. Sedangkan minyak non subsidi harganya lebih dari Rp8 ribu per liternya.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Heryadi Rahmat menjelaskan, untuk mengatasi kesulitan tersebut, kelompok kerja yang dibentuk pemerintah provinsi tengah mengupayakan jalan terbaik sampai masa panen mulai April mendatang. ‘’Masih dicari alternatifnya termasuk meminta minyak tanah bersubsidi lagi ke Presiden,’’ katanya menjawab Tempo, Kamis (1/1) pagi.
Pemerintah telah menetapkan minyak tanah omprongan tembakau di Lombok tidak disubsidi mulai 2009 ini. Menurut Heryadi, pemerintah menilai subsidi minyak tanah itu telah menguntungkan 15 perusahaan pemasok tembakau pabrik rokok di Jawa.
SUPRIYANTHO KHAFID
Web via