Topik
Pemerintah Kota Bantah Banjir Akibat Tambang Batubara
TEMPO Interaktif, Samarinda :Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Fadly Illa membantah jika banjir yang melanda disebabkan karena adanya pertambangan batubara dan galian C.
Ia juga meminta warga agar tidak menuding dan membesar-besarkan jika galian batubara dan galian C merupakan penyebab utama banjir.
"Mencari penyebab banjir perlu adanya kajian, jangan langsung menuding," katanya, di Samarinda, Kamis (1/1).
Untuk menganggulangi banjir, sebut Fadly, pemerintah pada 2009 ini telah merencanakan berbagai kegiatan. Selain merencanakan membangun dua tempat penampungan air di Kecamatan samarinda Utara yang merupakan kawasan rawan banjir, pemerintah kota juga akan melakukan pengerukan Sungai Mahakam.
Sedangakan untuk pengerukan Sungai Karangmumus menurutnya masih belum dilakukan pada tahun ini. "Sungai Karangmumus itukan sub DAS Sungai Mahakam, kalau Mahakam dangkal banjir akan terus terjadi," ujarnya.
Langkah lain, tutur Fadly, adalah perencanaan penyudetan (memotong jalur) Sungai Karangmumus. Seperti diketahui, banjir di Samarinda terjadi hampir saban tahun. Banjir itu selalu merendam ribuan rumah warga.
Penyebabnya, akibat meluapnya Sungai Karangmumus. Berbagai kalangan menyebutkan, sungai meluap karena terjadinya pendangakalan akibat maraknya penggalian batubara dan mulai berkurangnya daerah resapan air.
Data Kantor Pertambangan Kota Samarinda menyebutkan, hingga saat ini telah dikeluarkan 44 izin Kuasa Pertambangan (KP). Tapi dari jumlah perusahaan yang diberi izin yang beroperasi hingga eksploitasi sebanyak 22 izin.
FIRMAN HIDAYAT