Bandar Udara dan Pelabuhan Manokwari Masih Beroperasi

TEMPO Interaktif, Jakarta :Meski diguncang gempa 7,6 Skala Richter, seluruh fasilitas transportasi di Manokwari, Papua, seperti bandar udara dan pelabuhan masih beroperasi normal. "Secara umum kondisinya masih baik dan dapat beroperasi," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang S. Ervan, di Jakarta, Senin (05/01).

Hasil pemantauan langsung Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Direktur Angkutan Udara Tri Sunoko, menunjukkan Bandar Udara Rendani Manokwari secara umum normal dan dapat beroperasi. Fasilitas landasan runway dan taxi way tidak mengalami keretakan.

Bangunan menara pemantau hanya terkelupas di dinding plester dan komunikasi dengan menara masih beroperasi normal. Hanya, karena gempa susulan masih kerap terjadi, petugas tidak berani berada di atas menara.

"Guncangan gempa susulan tergolong besar dengan kisaran 5 skala richter. Petugas tidak berani di atas hingga alat komunikasi menara, portable VHF dipindah ke bawah," jelas Bambang.

Sedangkan di terminal penumpang terdapat satu kaca yang pecah. Kerusakan hanya terlihat pada bangunan untuk pemadam kebakaran dimana plafon dinding dan sebagian struktur bangunan retak. "Kerusakan tersebut tidak menganggu operasional, fasilitas listrik dan air PAM lancar," jelasnya.

Sedangkan pada fasilitas pelabuhan, terdapat beberapa kerusakan. Pada dermaga lama ada penurunan dan pergeseran 5 sampai 10 cm. Pinggiran dermaga juga rusak akibat gesekan, sedangkan kondisi dermaga baru baik.

Sementara itu, Direktur Lalu lintas Angkatan laut, Leon Muhamad yang turut meninjau ke lapangan mengatakan, secara umum fasilitas pelabuhan tetap dapat beroperasi secara penuh. "Dana program 2009 akan dipergunakan untuk rehabilitasi dermaga lama," ujarnya.

Kerusakan juga terjadi pada terminal perumpang. "Tiang penyangga retak - retak, kami sudah instruksikan Pelindo untuk segera memperbaiki," katanya.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, bersama Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah tiba di Manokwari kemarin pukul 06.00 WIT menggunakan Batavia Air.

Tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu tersebut diperintahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk berkunjung ke Papua Barat yang dilanda gempa, Minggu (04/1). Utusan pemerintah pusat itu ditugaskan melakukan penanganan tanggap darurat di Manokwari dan Sorong.

VENNIE MELYANI