Topik


Bantuan Korban Banjir Kutai Kartanegara Tak Merata

TEMPO Interaktif, Tenggarong: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menyatakan telah mengirimkan bantuan kepada para korban banjir yang merendam sembilan kecamatan di wilayahnya. Tapi, para korban yang ditemui hari ini, Selasa (6/1), mengeluh pemberian bantuan ini belum merata.

Di Kecamatan Sebulu, misalnya, warga mengaku selama banjir melanda hampir sebulan ini belum sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Padahal banjir sangat menyulitkan warga untuk beraktifitas.

Belum ada sama sekali. Banjir tahun lalu juga sama, tak ada bantuan," kata Lina, warga Sebulu Tengah saat ditemui di rumahnya. Banjir yang merendam lebih separuh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara itu sedikitnya merendam 8.564 rumah warga di sembilan kecamatan. Ketinggian air hingga 3 meter di Kecamatan Kebohan.

Sementara itu, Darmansyah, Sekretaris Pelaksana Harian Satuan Pelaksana Penangulangan Bencana Pemerintah Kabupatan Kutai Kartanegara, membantah anggapan bahwa pihaknya tidak menyalurkan bantuan berupa makanan. Pemerintah Kabupaten, menurutnya, telah menyalurkan bantuan ke kecamatan.

Dari laporan penyaluran bantuan yang dilakukan pemerintah daerah itu antara lain adalah 25.890 kilogram beras, 3.782 bungkus minyak goreng dengan takaran 2 kg, 2.773 kilogram gula dan 2.773 dos mie instan.

"Mungkin proses penyaluran dari kecamatan yang belum sampai," ujarnya.
Darmansyah mengaku untuk distribusi bantuan ke Kecamatan Sebulu, Senin (5/1) kemarin sempat mengalami masalah. "Angkutan kapal yang melebihi kapasitas."

Akibatnya, pengiriman diutamakan ke daerah yang lebih jauh. Tapi, katanya, bantuan telah dikirimkan, Selasa (6/1) pagi tadi."Mungkin sudah sampai di kantor kecamatan."

Pemerintah melaporkan telah menyalurkan 7 paket bantuan ke 6 kecamatan yang terendam. "Kami usahakan semua korban banjir mendapatkan bantuan," ujar Darmansyah.

 Firman Hidayat