Topik
Infografis
Korban Lapindo Dirikan Tenda di Kahuripan Nirwana Village
TEMPO Interaktif Sidoarjo: Sebanyak lima keluarga korban lapindo eks Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) siang tadi berbondong-bondong mendirikan tenda di depan gerbang masuk Perumahan yang didirikan oleh Lapindo, Kahuripan Nirwana Village (KNV) di Sidoarjo, Rabu (7/1). Warga ini merupakan bagian dari 1500 warga yang hingga saat ini tak kunjung mendapatkan rumah di KNV.
"Janjinya Juni 2008 kami sudah bisa menempati rumah, tapi hingga kini ternyata pembangunan rumah tak kunjung selesai," kata Sukardi (67 tahun), salah satu warga yang ikut boyongan. Padahal Desember lalu, jatah kontrak rumah warga selama dua tahun telah habis. Sehingga warga saat ini mulai bingung tempat tinggal.
Dengan menumpang truk, lima keluarga ini tampak menggotong perabotan rumah mereka. Sesampai di KNV, perabotan tersebut lantas diturunkan dan ditaruh didalam tenda-tenda keprihatinan yang sebelumnya sudah didirikan di gerbang masuk KNV. Warga sendiri mengancam akan terus menempati tenda tersebut hingga rumah mereka benar-benar direalisasikan oleh Lapindo.
Sukardi yang mengaku mengontrak rumah di daerah Gayungan Surabaya ini, mengaku jika dulunya dirinya memiliki rumah tipe 36/72 di Perumnas tepatnya di blok E no 11. Dan saat ini telah memesan rumah di KNV dengan tipe 36/108. Dengan pemesanan ini, Sukardi mengaku telah mendapatkan uang muka ganti rugi 20 persen sebesar 27 juta plus susuk dari Minarak sebesar Rp 86 juta. "Tapi susuk dan uang muka telah habis, kontrak rumah juga habis padahal rumah yang dijanjikan tak kunjung selesai dibangun," tambah Sukardi geram.
Senada dengan Sukardi, Hadiyarto (52 tahun) menuturkan jika selama ini dirinya mengontrak rumah di kampung asalnya di kawasan Ngasem, Kediri. Namun karena kontrakan rumhanya juga telah habis, Hadiyarto terpaksa kembali mengusung barang-barang rumahnya ke Sidoarjo untuk ditempatkan di gerbang KNV. "Saya tidak tahu harus tinggal dimana," kata dia.
ROHMAN TAUFIQ