Penjahat Berpistol Gasak Uang Nasabah Bank

TEMPO Interaktif ,  Surabaya: Penjahat berpistol beraksi di siang bolong, Rabu (7/1). Kali ini korbannya adalah Maria, 36 tahun, pemilik Laboratorium Klinik Utama Pacar II dan Apotik Musi di Jalan Musi, Surabaya. Uang sebesar Rp 26 juta yang baru saja dia diambil dari Bank Central Asia di Jalan Diponegoro amblas dibawa kabur perampok tersebut.


Menurut Maria, saat itu dirinya baru saja pulang dari bank dengan mengendarai mobil Kijang Inova bernomor polisi L 1153 TM. Sebenarnya, Maria telah mengetahui bahwa mobilnya diikuti oleh dua lelaki berboncengan sepeda motor Yamaha Jupiter MX sejak beberapa puluh meter sebelum tiba di laboratoriumnya. "Tapi tidak saya hiraukan," kata Maria.

Maria baru curiga ketika salah seorang dari pengendara motor tersebut mengikutinya masuk ke ruang laboratorium yang bersebelahan dengan apotik. Lelaki berpostur tinggi besar itu, kata Maria, hanya mengenakan helm standar dan tidak mengenakan penutup wajah. "Waktu saya tanya mengapa kamu ikut masuk, jawabnya mau beli obat di apotik," imbuh Maria.

Tiba-tiba lelaki itu mencabut pistol dan mengancam Maria agar menyerahkan tasnya yang berisi uang. Maria sempat lari dan menyelinap ke dalam laboratorium. Namun perampok itu berhasil mengejar dan menodongkan senjatanya ke kepala Maria. Karena ketakutan akhirnya Maria menyerahkan uangnya. Setelah memperoleh uang, dua perampok itu kabur. "Padahal uang itu akan saya pakai untuk membayar tagihan-tagihan," ujar Maria lemas.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Surabaya Selatan Komisaris Kartono menyatakan bahwa polisi masih melakukan pengusutan dan mengejar pelakunya. Kartono menghimbau agar para nasabah perempuan lebih waspada ketika mengambil uang. "Karena beberapa kali kejadian serupa, korbanya selalu perempuan," kata Kartono.


KUKUH SW