Topik
Infografis
Indeks Saham Berpeluang Kembali Menguat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat menjelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) hari ini.
Analis pasar modal PT BNI Securities, M. Alfatih, mengatakan perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia hari ini berpeluang atraktif. Penguatan pada bursa saham regional dan ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia akan meningkatkan optimisme pasar.
"Semua data mendukung penguatan, meski realisasinya akan menunggu keputusan Bank Indonesia soal kebijakan suku bunga," katanya ketika dihubungi Tempo, Rabu (7/1).
Alfatih memperkirakan, indeks akan bergerak di kisaran 1.430-1.490, dengan batas support 1.398.
Menurut dia, saat ini ekspektasi pasar menghendaki penurunan BI rate oleh Bank Indonesia sebesar 25 basis poin ke level 9 persen. Jika itu terealisasi, maka saham-saham yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga, seperti perbankan, konstruksi, dan barang konsumsi, akan menjadi pendorong utama penguatan indeks. Meski sektor lainnya, seperti pertambangan dan telekomunikasi juga masih sangat menarik.
Pada penutupan perdagangan saham kemarin, Selasa (6/1), indeks turun tipis 1,801 poin ke posisi 1.435,537. Aksi ambil untung mewarnai sesi siang perdagangan kemarin, menyusul sentimen negatif terjadinya kasus dugaan penggelapan dana nasabah sebesar Rp 240 miliar oleh Komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas, Herman Ramly.
"Karena kasusnya saat ini sudah ditangani kepercayaan pasar akan pulih," kata Alfatih. Meski, dia menilai, kasus-kasus seperti ini bisa juga merusak kepercayaan dari luar negeri.
Data terakhir pasar internasional menunjukkan, pada perdagangan Selasa (6/1), bursa saham Amerika Serikat <I>the Dow Jones ditutup menguat 62,21 poin atau 0,69 persen ke level 9.015,10. Penguatan juga terjadi pada indeks The Standard & Poor's 500 yang naik 7,25 poin ke level 934,70 dan indeks Nasdaq yang naik 24,35 poin ke level 1.652,38.
Adapun dari bursa besar lainnya, seperti Nikkei Jepang kemarin ditutup naik 0,42 persen, Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,35 persen, Indeks FTSE 100 Inggris naik 1.29 persen, dan indeks DAX Jerman 0.85 persen and France's CAC-40 rose 1.08 persen.
Meski demikian, menurut Alfatih, pasar tetap akan berhati-hati pada awal perdagangan hari ini. Aksi jual diperkirakan tetap akan terjadi dengan volume terbatas. Apalagi, kepercayaan investor terhadap perekonomian dalam negeri masih rendah. "Apalagi belakangan indeks terus meningkat,peluang indeks terkoreksi masih ada," katanya.
AGOENG WIJAYA