Kadin Nilai Sulit Merealisasikan Pasar Ekspor Baru

TEMPO Interaktif, Jakarta:-Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) M.S. Hidayat menyatakan membuka pasar ekspor baru Indonesia pada 2009 akan sulit direalisasikan. Tahun depan, ujar Hidayat, yang paling realistis adalah memaksakan pasar dalam negeri menyerap produk domestik.



"Kalau membuka pasar yang baru itu kan sudah sulit, Saya kira mencari pasar di luar negeri dalam setahun

ini belum tentu bisa direalisasikan," ujar Hidayat seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi penghargaan Upakarti di Istana Negara, Rabu (7/1).



Alasannya, ujar Hidayat, pasar yang baru itu harus juga diikuti dengan jaringan untuk negara baru yang akan dituju. Belum lagi sektor perbankan Indonesia yang harus matching dengan perbankan di negara tersebut. "Itu nggak gampang jadi yang mendesak sekarang dalam negeri harus

dipaksakan agar dia bisa menyerat produksi dalam negeri. Karena problem utama itu kinerja ekspor turun, nah itu yang

harus kita sikapi," kata Hidayat.



Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan untuk menjaga tidak jatuhnya ekspor Indonesia pada 2009, pemerintah akan mencari pasar ekspor baru seperti Timur Tengah, India dan Rusia.Ekspor Indonesia dan Eropa mengalami penurunan akibat daya beli yang turun akibat krisis finansial global.



"Tidak melakukan PHK, itu tentu diusahakan kalau mendapatkan

stimulus, tapi kalau harus bisa menciptakan pasar nah itu kan

susah. Saya mendengar ada rincian seperti itu, Itu yang mesti kita bikin lebih fleksibel," kata Hidayat.



Soal stimulus, Kadin juga meminta fokus kepada industri-industri padat karya yang menggunakan pasokan dari produk dalam negeri. "Stimulus PPN ditanggung pemerintah dan bea masuk ditanggung pemerintah saya kira memadai. Cuma jangan membuat persyaratan yg ketat," kata Hidayat.



Anton Aprianto