Topik
Aktivis Kritik Hukuman terhadap Obafemi Martins
TEMPO Interaktif, London: Para aktivis keselamatan di jalan raya mengecam keputusan pengadilan Newcastle yang tidak menjatuhkan larangan mengemudi kepada penyerang Newcastle United Obafemi Martins. Padahal, Martins tertangkap basah mengendarai mobil di atas batas kecepatan maksimal.
Martins, 24 tahun, mengemudikam mobil Porsche miliknya dengan kecepatan 171 kilometer per jam di jalanan. Pengadilan Newcastle di Inggris, Senin (5/1), mengadili Martins karena menyetir melampaui kecepatan maksimal akhir Maret. Martins sendiri berdalih dirinya mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi karena sedang mengejar jadwal penerbangan untuk menjenguk anaknya yang sakit di Italia.
Mantan pemain Inter Milan ini didenda 550 poundsterling dan diperintahkan membayar 400 poundsterling biaya pengadilan. Hakim Distrik Stehpen Earl memuji Martins karena mengaku bersalah dan karena catatan mengemudi Martins yang tidak cacat.
Akan tetapi, wakil ketua eksekutif organisasi yang mengampanyekan keselamatan mengendara Brake, Cathy Keeler, mengatakan pengemudi yang memacu mobilnya lebih dari 100 mil per jam atau 160.9 kilometer per jam seharusnya secara otomatis izin mengemudinya dicabut.
"Mengemudikan dengan jauh melampaui batas kecepatan maksimal merupakan sesuatu yang beresiko terhadap nyawa orang di jalan raya," ujar Keeler. "Bagi seseorang yang seharusnya menjadi panutan dalam masyarakat, ini merupakan pesan buruk bahwa keselamatan di jalan tidak usai dihiraukan. Denda ratusan poundsterling bagi orang yang mendapatkan ribuan poundsterling per minggu bukanlah sanksi yang menimbulkan efek jera."
AP| KODRAT SETIAWAN