Nilai Ekspor Timah Berpeluang Naik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai ekspor timah batangan tahun ini diramalkan akan naik hingga di kisaran US$ 2 miliar. "Nilai ekspor akan naik cukup besar karena ada pembatasan produksi," kata Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Departemen Perdagangan Hartojo Agus Tjahjono saat ditemui di kantornya, hari ini.
Sebagai negara produsen timah terbesar ketiga setelah Cina dan Peru, pembatasan produksi yang dilakukan Indonesia diperkirakan bisa membuat harga dunia melonjak. Sehingga meski volume ekspornya tak jauh berbeda dengan tahun lalu, nilainya akan terdongkrak.
Sebelumnya, kata Hartojo, pemerintah mulai tahun ini akan membatasi produksi timah 115 ribu ton per tahun, jauh di bawah angka produksi tahun-tahun sebelumnya yang sekitar 150 ribu ton. Namun, hingga kini pembatasan itu belum juga diputuskan oleh pemerintah. "Masih dalam pembahasan," kata Hartojo.
Departemen Perdagangan mencatat, tahun lalu Indonesia mengekspor 88.161 ton timah batangan senilai US$ 1,621 miliar. Dibandingkan data Badan Pusat Statistik tahun 2007, volume hanya naik 16,78 persen, sedangkan nilainya meroket 60,33 persen. Lonjakan nilai itu disebabkan harga yang sempat menembus US$ 23 ribu per ton, meski harga itu menukik turun selepas krisis finansial global.
Harga rata-rata timah batangan Indonesia pada 2008 ialah US$ 18.388 per ton, naik 37,28 persen dibanding tahun sebelumnya. Hari ini, harga timah di pasaran dunia US$ 11.650 per ton.
BUNGA MANGGIASIH





