UKM Indonesia Optimistis Hadapi Krisis

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia dinilai optimistis dalam memandang prospek pertumbuhan ekonomi dan aktifitas perdagangan hingga pertengahan tahun ini di tengah krisis global yang masih mendera dunia.

Temuan itu merupakan hasil survei The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) Comercial Banking Asia Pasifik yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres (TNS), kelompok perusahaan konsultan penelitian dan pemasaran hasil merger Taylor Nelson (Amerika Serikat), Sofres (Prancis), dan Frank Small Associates (Australia).

Survei digelar pada kuartal keempat pada 2008 dengan melibatkan 3.023 UKM yang berada di sepuluh negara dan teritori, yakni Hongkong, Cina Daratan, Taiwan, Banglades, Singapura, India, Vietnam, Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia.

Dari Indonesia sendiri ada sekitar 300 UKM di Jakarta yang disurvei. "Cukup representatif," kata Senior Vice President Business Banking HSBC Indonesia Jeffrey C. Tjoeng di Jakarta, Selasa (20/1). Kategorinya, unit usaha yang omzetnya US$ 10 juta atau Rp 110 miliar ke bawah dari berbagai sektor.

Indikator-indikator survei yang digunakan mencakup pandangan pembuat kebijakan atas perkembangan ekonomi enam bulan ke depan, rencana investasi modal dan jumlah karyawan, serta harapan pelaku usaha terhadap volume perdagangan dengan Cina daratan maupun dengan negara lain di dunia.

HARUN MAHBUB