Konservasi Lereng Rinjani Seluas 148 Hektare

TEMPO Interaktif, Mataram:World Wild Fund (WWF) Indonesia memulai program New Trees di kawasan Gunung Rinjani, Rabu (21/1) siang. Kegiatan di kawasan hutan yang mulai kritis itu dilakukan di lahan seluas 148 hektare di Desa Sapit.

Menurut Direktur Eksekutif WWF Indonesia Mubariq Ahmad, program konservasi di lereng Rinjani yang dirintis oleh masyarakat setempat dan para pegiat konservasi lokal tersebut didukung oleh pengusaha di Indonesia. ‘’Kerja keras masyarakat telah diapresiasi,’’ ujarnya di Hutan Wisata Lemor Lombok Timur.

Perusahaan yang memberikan kontribusinya terhadap perbaikan lingkungan yang sudah tercatat adalah Nokia Asia Pasific Pte.Ltd, PT Indosat Tbk, PT Federal Internasional Finance, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limted, PT Toyota Astra Motor dan Ranch Market.

Kepala Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Barat (NTB) Hartina mengatakan kawasan Rinjani sangat menarik namun dalam keadaan kritis. Sumber air penduduk Lombok yang diperkirakan tiga juta jiwa 90 persen bergantung dari Rinjani. Semula terdapat 700 titik mata air kini menjadi kurang dari separonya, hanya 300 titik. ‘’Terjadi penurunan. Banyak penduduk tinggal dan hidup dari isi hutan,’’ katanya.  

Sewaktu berbicara menyambut kegiatan tersebut, Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi menegaskan dalam rangka NTB Hijau akan melakukan penanaman 10,3 juta pohon. Saat ini, di NTB seluas 0,5 juta hektare tergolong lahan kritis dan 0,25 juta hektarenya di dalam hutan. ‘’Lahan kita tergolong kritis. Ini yang harus dijaga agar tidak ada lagi bencana,’’ ucapnya.

SUPRIYANTHO KHAFID