Topik


Polisi dan Warga Penolak Pabrik Semen Bentrok

TEMPO Interaktif, Semarang:Penyanderaan yang dilakukan sejumlah warga terhadap para tim survey rencana pendirian pabrik PT Semen Gresik di Kedumulyo, Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, berakhir bentrok. Bentrok terjadi antara aparat kepolisian dengan sejumlah warga yang sengaja menyandera para pagawai PT Semen Gresik tersebut. Polisi ingin menguasai keadaan dan membebaskan para pegawai yang disandera warga sejak Kamis siang.

Salah satu warga Kedumulyo, Yitno menjelaskan, sekitar pukul 18.30 WIB aparat kepolisian datang ke lokasi penyanderaan. Tiba-tiba, para polisi tersebut membubarkan dengan paksa para warga Kedumulyo yang sedang mondar-mandir untuk menunggui empat kendaraan milik PT Semen Gresik. Empat mobil ini berisi sebanyak 13 orang dari PT Semen Gresik yang disandera warga. "Saat dibubarkan itulah terjadi bentrokan. Ada pula warga yang emosi kemudian merusak mobil milik PT Semen Gresik," kata Yitno kepada Tempo, Kamis malam (22/1).  

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh kepastian berapa warga yang mengalami luka-luka akibat bentrokan ini. Aparat kemanan juga masih terlihat berjaga-jaga di desa Kedumulyo. Sedangkan para warga, kata Yitno, masih sibuk untuk meenyelamatkan diri masing-mising. 

Wakapolres Pati Kompol Charto Nuryanto menyatakan, pihaknya menurunkan satuan sabara dan brimob untuk meredam amarah warga. "Polisi sudah menguasai keadanan dan sudah bebaskan mobil yang disandera warga," kata Carto Nuryanto. Hingga pukul 20.00 WIB, polisi belum akan menarik anggotanya. "Kami masih berjaga-jaga di lokasi kejadian," katanya. 

Warga Kedumulyo menyandera para pegawai PT Semen Gresik sebagai wujud penolakannya terhadap pendirian pabrik bernilai investasi Rp 3,5 triliun ini. Warga menolak jika Kepala Desa Kedumulyo, Suwono, menjual tanah bengkok milik desa ke PT Semen Gresik. Tanah bengkok tersebut rencananya menjadi salah satu lokasi pabrik PT Semen Gresik. 

ROFIUDDIN | BANDELAN