SM Britama Petik Kemenangan Pertama IBL

TEMPO Interaktif, Jakarta:Klub basket SM Britama Jakarta menunjukkan keperkasaan di hari pertama Liga Basket Indonesia (IBL), Kamis (22/1). Juara bertahan IBL itu mampu melibas Angsapura Evalube Medan 96-44 dalam pertandingan pertama di Hall Basket Senayan. Kepala Pelatih SM Britama Fictor Roring mengaku sangat puas dengan hasil yang ditorehkan anak asuhnya. “Sejak awal kuarter empat sebenarnya kami sudah pasti menang sehingga tidak lagi harus mencari angka,” katanya.

Dua tembakan dari Bonansa Siregar menjadi penutup pertandingan sekaligus penanda kemenangan SM Britama. Bonansa yang menyumbangkan 10 poin, melakukan tembakan tiga angka saat tersisa 17 detik dan memberikan tambahan kemenangan 94-44. Kemudian, satu tembakan kembali dilakukanya dan menutup pertandingan 96-44 untuk SM Britama. Christian Ronaldo Sitepu menjadi penyumbang angka terbanyak, 17 poin bagi SM Britama. Disusul oleh Faisal Julius Achmad, 16 poin. 

Meski tertinggal jauh, Angsapura sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat pada paruh waktu pertama. Di kuarter pertama, tim asuhan David Zamar itu mampu memberikan selisih satu poin. Meerka hanya tertinggal 23-24. Sampai dengan kuarter kedua, Angsapura mulai tertinggal 36-50. Ketertinggalan itu semakin jauh pada paruh waktu kedua. Sumbangan angka tertinggi untuk Angsapura dicatatkan oleh Chandra Adinata sebanyak 11 poin. Disusul oleh Hidayat Natasasmita dan Frederick Hattus Gultom yang memberikan 6 angka untuk Angsapura.

Manager tim Angsapura Amran A. Shinta mengakui bahwa memang timnya masih memiliki banyak kekurangan. “Persiapan kami memang sangat kurang. Selain itu, kuarter ketiga menunjukkan bahwa daya tahan mereka memang tidak terlalu bagus,” katanya. Amran beralasan bahwa faktor itulah yang membuat timnya banyak melakukan kesalahan di paruh waktu akhir. 

Sementara itu, bagi Fictor, penampilan SM Britama kemarin diharapkan dapat menunjukkan bahwa permainan yang ditampilkan timnya merupakan tipikal permainan kelas kejuaraan basket paling tinggi di tanah air. “Jadi kami juga tidak pernah membedakan setiap lawan kami. Dan saya cukup terinspirasi dengan tim Angsapura, mereka dapat menunjukkan permainan yang sangat rapi tadi,“ katanya.

EZTHER LASTANIA