Topik
Korban Tewas Salmonella di AS Menjadi Tujuh Orang
TEMPO Interaktif, Chicago: Jumlah kematian yang diakibatkan merebaknya bakteri salmonella di Amerika Serikat meningkat menjadi tujuh orang setelah seorang perempuan berusia 80 tahunan meninggal di Minnesota.
Wanita tersebut sudah sejak lama dirawat di pusat inkubasi, demikian seperti yang dituturkan juru bicara Departemen Kesehatan Minnesota, Sabtu (24/1) waktu setempat. Namun, tak disebutkan nama wanita tersebut, begitu pula dengan tanggal kematiannya.
Juru bicara itu juga mengungkapkan, dia tidak mengetahui jika perempuan tua ini ikut menyantap mentega kacang yang tercemar salmonella. Beberapa produk yang mengandung mentega kacang telah ditarik dari peredaran saat pemerintah Amerika menyelidiki merebaknya keracunan makanan akibat bakteri salmonella.
Rabu lalu, pejabat pemerintah menyebutkan biang keladi tunggal akibat keracunan salmonella yang mencemari mentega kacang adalah fasilitas pemrosesan milik Peanut Corp of America's Blakely yang berkantor di Georgia.
Perusahaan tersebut menghasilkan mentega kacang yang kemudian digunakan untuk panti jompo dan restoran, dan juga dipakai untuk pelbagai produk lainnya semacam kuih-muih, biskuit, permen, sereal, dan es krim.
Menurut Badan Pengawasan Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat, lebih dari 125 produk termasuk biskuit, kue, dan es krim, dan beberapa lagi produk makanan hewan piaraan, telah ditarik dari peredaran sehubungan dengan merebaknya kasus itu.
Hingga Rabu malam, seusai laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS, sedikitnya 491 orang dinyatakan terinfeksi oleh bakteri salmonella yang dirawat di beberapa pusat kesehatan di 43 dari 50 negara bagian yanga di Negeri Abang Sam tersebut.
Bakteri salmonella dapat menimbulkan kejang-kejang di perut, diare, demam, dan dalam beberapa kasus bisa membunuh orang-orang yang berumur sangat muda dan sangat tua, karena kondisi fisik mereka yang lemah.
RTR | FORBES.COM | BOBBY CHANDRA