Menjadi Ayah Setelah 111 Tahun

TEMPO Interaktif, Jakarta: Henry, reptil langka dari jenis tuatara yang cuma hidup di Selandia Baru, akhirnya menjadi ayah di usia 111 tahun. Tak tanggung-tanggung, Henry si kadal prasejarah yang biasanya agresif dan pembenci sesamanya—termasuk yang betina--itu kini malah memiliki 11 ekor anak hanya dalam empat hari.

Selama 40 tahun dalam penangkaran, Henry memang terkenal dengan reputasinya yang antiseks. Tuatara ini lalu berubah setelah sebuah kanker ganas diangkat dari alat kelaminnya lewat sebuah operasi pada 2002.

Henry mengawini Mildred, tuatara yang berusia 31 tahun lebih muda, Maret lalu. Mildred sebenarnya menghasilkan 12 telur, tapi satu diantaranya gagal menetas. “Ini adalah ujung dari sebuah kisah asmara,” kata Lindsay Hazley, kurator di Southland Museum di kota sebelah selatan, Invercargill.

Pascanaik ke meja operasi, Henry yang berbobot 1,2 kilogram dan sepanjang 60 cm itu kini tinggal bersama tiga betina sekaligus dalam keharmonisan. Ia diharapkan mengulangi perkawinannya tahun ini. “Dia (Henry) seperti mengalami pencangkokkan kepribadian yang besar,” ujar Hazley.

Pertanyaannya sekarang apakah Henry bisa mengisi figur ayah yang baik dan bertanggung jawab karena tuatara dikenal memangsa segala sesuatu yang kecil dan hidup.

(AFP, AP)