Bos Sekte Satria Piningit Dijerat Pasal Cabul

TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi memburu Agus Imam Solihin, bos sekte Satria Piningit Weteng Buwono, yang mengkalim sebagai tuhan. Alasan aparat mencari dia, karena dianggap meresahkan warga sekitar. Warga telah melaporkan komunitas Agus ke pengurus  RT, RW, lurah, hingga  ke polisi.

Agus Imam Solichin  juga mengklaim sebagai keturunan Soekarno, Presiden RI pertama. Lantaran pengakuannya itulah warga disekitar rumah Agus di Jalan Kebagusan II RT 10 RW 06 Nomor 37, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, resah.

Aliran  itu mengajarkan umat Islam tak perlu salat, zakat, sampai haji. Penganutnya cukup berniat saja. Dalam pergaulan sehari-hari, Agus dilaporkan membolehkan  seks bebas terhadap pengikutnya. "Polisi mengusut bukan menyangkut kepercayaan aliran, tapi dugaan pembuatan cabul," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Zulkarnain, Rabu (28/1).

Menurut Zulkarnain, tidak  gampang menetapkan seseorang mengajarkan aliran sesat kemudian diproses hukum. Menyangkut kepercayaan, kata dia, polisi harus punya pegangan yaitu keputusan bersama  Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Kejaksaan Agung. "Apabila diputuskan ajaran Agus sesat, polisi akan bertindak dengan menjerat melalui pasal penodaan agama," katanya.

Tuduhan Agus melakukan pencabulan, polisi masih mencari barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi. Apabila ditemukan cukup kuat dugaan itu, pelaku diancam hukuman sembilan bulan penjara. "Kami masih  melakukan penyidikan kasus ini."

AMIRULLAH